Orangtua Siswa Iuran Membeli Atap

Posted: February 5, 2011 in Berita

– Panitia lelang MTsN Kelayan mengelak

BANJARMASIN, BPOST-Keinginan untuk memiliki tempat belajar yang nyaman, menjadi dambaan sekitar 479 siswa MTsN Kelayan Banjarmasin. Terlebih setelah permohonan bantuan pihak sekolah dikabulkan Kementrian Agama (Kemenag) pusat sebesar Rp 445 Juta.

Alokasi dana tersebut, untuk melakukan pembangunan ruang kelas baru (RKB) sebanyak dua buah sebesar Rp 247 juta dan sisanya sebesar Rp 198 juta untuk melakukan rehab empat bangunan lama.

Impian tersebut seperti langsung sirna, lantaran proses pembangunan yang tak kunjung rampung. Hingga akhir masa anggaran tahun 2010, pengerjaan dua proyek yang menggunakan dana dari pusat itu progresnya hanya 56,9 persen.

Sontak saja kejadian itu menyita perhatian para orantua siswa. Mereka dengan ikhlas melakukan iuran untuk pembelian atap yang terbuat dari seng warna biru, yang dipasang di bangunan kelas baru yang belum rampung itu.

“Ini atapnya hasil iuran orangtua siswa mas. Harapan wali murid, biar anaknya bisa segera menempati kelas yang baru yang tentunya lebih nyaman,” ujar Humas MTsN Kelayan, Arbain Yusran.

Lantaran pengerjaan dinding yang belum rampung, bangunan berlantai dua tersebut hingga kini belum dimanfaatkan. Jika dipaksakan untuk digunakan, dikhawatirkan justru membawa bencana bagi para siswa.

Akibatnya, para siswa harus sabar menjalani proses kegiatan belajar mengajar dengan sistem pembagian waktu. Karena jika dipaksakan semua siswa masuk pagi, maka kelasnya tidak mencukupi.

Pihak sekolah mengatur jam belajar tersebut menjadi tiga gelombang. Utuk kelas III yang sebentar lagi menghadapu ujian akhir, semuanya masuk pagi sejak pukul 07.00 hingga  pukul 11.00 Wita.

Kemudian kelas II masuk gelombang dua, dengan jadwal masuk kelas pukul 11.0 hingga pukul 14.30 Wita dan dilanjutkan untuk siswa kelas I masuk kelas pukul 14.30 hingga pukul 17.25 Wita.

“Harapan orangtua siswa itu biar anak mereka lekas masuk pagi semua, makanya rela iuran. Tapi dengan kondisi seperti itu, tidak mungkin digunakan dari pada membahayakan,” tandasnya.

Proses pengerjaan ruang kelas baru hingga saat ini masih pengerjaan. Beberapa pekerja sedang menyelesaikan pembangunan dinding.

Padahal sesuai jadwal atau kontrak pengerjaan, tender yang dimenangkan CV Rahmat Anak Dua Putra untuk proyek pengerjaan ruang kelas baru dan CV Karya Putra Gemilang untuk proses rehab harus rampung pada 10 Desember 2010 lalu.

Namun, panitia memberikan dispensasi untuk melakukan penagihan pembayar hasil pekerjaan hingga tangal 15 Desember. Tapi hingga sekarang ini pengerjaan belum rampung dan dinyatakan konsultan pengawas hanya mencapai 56,9 persen saja.

Uniknya lagi, proyek yang menelan biaya ratusan juta rupiah tidak ada papan nama pelaksana proyek. Tak heran, jika masyarakat dan pihak sekolah tidak mengetahui kontraktor mana pelaksanakan kegiatan itu.

“Kami sendiri tidak tahu siapa yang mengerjakan, karena papan namanya tidak ada. Tidak seperti proyek-proyek pada umumnya,” cetus Kepala MTsN, Mohammad Adenan.

Lebih lanjut dia mengatakan, karena sejak awal sudah diwanti-wanti agar pihak sekolah tidak terlalu mencampuri urusan tersebut. Dengan alasan sudah ada petugas tersendiri yang melaksanakan, mulai dari proses lelang hingga pengawasan pengerjaan.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s