Pabrik Pengeringan Karet Terbakar

Posted: February 5, 2011 in Berita

BANJARMASIN, BPOST-Raungan sirine mobil barisan pemadam kebakaran BPK) yang terus bersahut-sahutan, memecah keheningan warga Pelambuan Jalan PHM Noor Banjarmasin yang sedang menikmati istirahat, Sabtu (15/1) pukul 00.15 Wita.

Kepanikan warga, baik yang berusaha menyelamatkan anggota keluarga dan harta benda, mewarnai hingar bingar anggota BPK yang berusaha melumpuhkan kobaran si jago merah yang membakar pabrik pengeringan karet milik PT Insan Bonafide di kawasan tersebut.

Tiupan angin yang cukup kencang dari Sungai Barito yang berada di seberang pabrik berlantai lima itu, membuat kobaran hantu api dengan cepat membesar.

Tak heran, kobaran si jago merah yang mengeluarkan bunga api itu bisa dilihat dari radius beberapa kilometer di wilayah kota seribu sungai. Apalagi, bangunan tersebut sangat tinggi.

Upaya ratusan petugas pemadam kebakaran yang menyemprotkan air, tak mampu menghentikan amukan si jago merah. Hingga satu jam lebih, lidah api terus menjilati areal pengeringan tersebut hingga luluhlantak.

Dalam peristiwa kebakaran itu tidak ada korban jiwa. Sekitar 45 pekerja yang sedang menjalankan tugas, berhasil menyelamatkan diri setelah berusaha memadamkan percikan api yang muncul di lantai tiga menggunakan tabung pemadam portable.

Informasi yang berhasil dihimpun BPost, percikan bunga api itu tiba-tiba muncul di lantai tiga bagian pengeringan karet. Karyawan yang bertugas saat itu, sudah berusaha menghalau kobaran api yang menetes tersebut dengan menyemprotkan tabung pemadam.

 

Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Justru api dengan cepat menjalar ke seluruh ruas bangunan tersebut. Lantaran bangunan berlantai lima itu berisi karet yang sudah kering, api malah semakin membesar. Termasuk ditambah dengan tiupan angin yang cukup kencang, meskipun saat itu baru saja diguyur hujan lebat.

“Api itu munculnya di lantai tiga seperti menetes. Pas disemprot, malah membesar dan menjalar kemana-mana,” ujar salah seorang karyawan bernama Arbain.

Lantaran tidak mampu lagi menghentikan kobaran api yang semakin membesar, dia bersama puluhan karyawan lainnya memilih keluar untuk menyelamatkan diri.

Karena bangunan tersebut berisi karet, baik yang basah dan kering membuat petugas kesulitan memadamkan api. Termasuk saat disemprot, justru mengeluarkan percikan bunga api yang dikhawatirkan bisa membakar rumah warga lain yang ada di sekitar lokasi yang mayoritas terbuat dari papan kayu.

Sekitar 1,5 jam akhirnya petugas pemadam mampu melumpuhkan amukan si jago merah tersebut. Bangunan berlantai lima yang menjadi gudang pengeringan luluhlantak.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung memasang pita garis polisi di bekas bangunan itu, untuk kepentingan penyelidikan penyebab kebakaran tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Suhasto mengatakan pihaknya akan menyelidiki kasus tersebut. Salah satunya mengemankan beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan.

“Kalau penyebabnya apa, kita masih selidiki dulu. Baik dari keterangan saksi maupun rencananya akan menghadirkan petugas dari Labfor untuk menelidiki penyebabnya biar lebih akurat,” katanya.

Pasien RS TPT Ikut Panik

KOBARAN api dan guguran bunga api dari pabrik karet PT Insan Bonafite yang terbakar, tidak hanya membuat panik warga sekitar.Beberapa pasien RS TPT DR Soedarsono yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari lokasi kebakaran ikut panik.

Dari pantauan BPost, beberapa pasien yang nekad meninggalkan ruang perawatan. Dengan jarum infus yang masih menancap di lengan kirinya, seorang perempuan muda yang menjalani perawatan memilih keluar ruangan.

Dia meninggalkan RS tersebut menggunakan sepeda motor yang dibonceng anggotanya keluarganya. Sambil memegang botol infus, dia keluar ruang perawatan.

Begitu juga dengan beberapa pasien lainnya. Mereka panik, lantaran guguran bunga api dari pabrik tersebut berhamburan. Apalagi saat itu, tiupan angin cukup kencang membuat gugusan bunga api itu kemana-mana.

“Kami takut kalau percikan api itu jatuh di tempat ini. Makanya lebih baik keluar dulu untuk mencari tempat yang aman,” ujar salah seorang pasien sambil bergegas meninggalkan areal RS.

Bahkan untuk mengantisipasi kebakaran akibat gugusan bunga api, puluhan mobil BPK juga bersiaga di sekitar RS TPT di Jalan Sutoyo S Banjarmasin.

Karena gugusan yang turun itu masih berupa api. Dikhawatirkan menimbulkan kebakaran baru akibat keguguran bunga api dari pabrik karet tersebut.

“Disana sudah banyak, makanya kita juga siaga disini. Soalnya percikan api itu sampai ke bawah masih berupa api, takutnya menimbulkan kebakaran lagi,” ujar salah seorang petugas BPK.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s