Pemilik Gula Menolak Dilelang

Posted: February 5, 2011 in Berita

– Terkait gula rafinasi ilegal

BANJARMASIN, BPOST-Rencana pihak Kepolisian resort kota Banjarmasin melakukan lelang terhadap 3.750 ton gula rafinasi ilegal, yang berhasil diamankan jajarannya kandas. Petugas terganjal restu pemilik gula rafinasi tersebut, yakni PT Makasar Te’ne.

Padahal, berkas hasil pemeriksaan jajaran unit Tipiter Reskrim Polresta Banjarmasin sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banjarmasin untuk mulai melakukan penyidikan.

Informasi yang berhasil dihimpun BPost, pemilik gula yang diamankan Polisi dalam 150 kontainer tersebut tidak memberikan izin jika gula yang bernilai sekitar Rp 34,5 Miliar itu dilelang.

Alasan penolakan memberikan izin tersebut belum jelas. Dipastikan, pihak Makasar Te’ne tidak ingin mengeluarkan uang lagi jika ingin mendapatkan barang tersebut dengan cara mengikuti lelang.

Jika tidak mengikut lelang, maka gula rafinasi tersebut akan menjadi hak perusahaan maupun perseorangan yang mengikuti lelang tersebut. Termasuk uang hasil lelang tersebut juga bakal diserahkan ke kas negara.

Diperkirakan, pemilik berharap barang tersebut tetap bertahan di pelabuhan hingga proses hukum rampung. Karena selain ada keputusan hukum, majelis hakim juga bakal memutuskan mengenai keberadaan barang tersebut.

Hingga kini gula yang menjadi barang bukti tersebut masih bertahan di interchange terminal peti kemas Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Pita garis polisi, masih membentang di tumpukan 150 kontainer di areal tersebut.

 

Salah satu penyidik kasus tersebut, Aiptu Denny enggan berkomentar mengenai terganjalnya pelaksanaan lelang tersebut. Hanya saja, Kanit Tipikor itu menjelaskan syarat untuk menggelar lelang harus mendapatkan izin dari pemilik barang.

“Yang jelas harus mendapatkan izin dari pemiliknya, yang diajukan penyidik. Selama tidak ada persetujuan, ya tidak bisa,” katanya diplomatis.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika pemilik barang tersebut menyetuji maka pihaknya akan menghubungi pejabat KPKNL selaku pelaksana lelang tersebut.

Sementara itu, informasi yang dihimpun dari dinas perindustrian dan perdagangan Kalsel, kondisi gula tersebut bakal berkurang nilai ekonominya jika selama lima bulan tidak dibongkar.

Baik mengalami kerusakan maupun kondisinya sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi, seperti keras atau rasanya sudah tidak nyaman lagi.

Sedangkan gula tersebut berada di dalam peti kemas sejak ditahan Sat Reskrim Polresta Banjarmasin pertengahan November lalu. Hingga kini, kontainer tersebut tetap disegel dan tidak dibuka sedikitpun.

“Sebaiknya biar tidak mubadzir gula itu dilelang saja. Toh uangnya masuk ke kas negara dan juga untuk memenhi pasokan gula masyarakat,” ujar salah seorang pegawai di Disperindag Kalsel.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s