Polresta Kibarkan Bendera Tengkorak

Posted: February 5, 2011 in Berita

– Tanda ada kecelakaan tewas

BANJARMASIN, BPOST-Bendera warna hitam bergambar tengkorak berkibar di halaman Mapolresta Banjarmasin, yang berjarak beberapa meter dari tiang bendera merah putih. Pengibaran bendera tersebut, menyita perhatian tersendiri bagi warga yang datang ke Mapolresta tersebut.

Kibaran bendera tersebut tergolong aneh dan langka, apalagi di kantor instansi. Termasuk membingungkan, lantaran tidak lazim bendera hitam itu diketahui masyarakat.

“Kok aneh, kantor Polisi mengiarkan bendera tengkorak. Kalau bendera kematian kan warnanya putih ada tanda tambah,” gumam salah seorang ibu.

Ya, bendera itu kemarin pagi dipasang petugas Lantas Polresta Banjarmasin. Karena, Senin (10/1) pukul 20.15 Wita ada kecelakaan lalulintas di kawasan Lingkar Selatan yang salah satu korbannya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Sejak sebulan ini, Sat Lantas Polresta Banjarmasin membuat terobosan pengumuman kepada masyarakat jika di kota seribu sungai ada kecelakaan lalulintas dan tewas, disemua pos penjagaan lalulintas bakal mengibarkan bendera tengkorak selama seminggu.

“Untuk mengingatkan masyarakat bahwa baru ada kecelakaan lalulintas dan korbannya meninggal. Dengan pengibaran bendera itu agar masyarakat hati-hati saat berkendara,” ujar Kasat Lantas Polresta Banjarmasin, Kompol I Kade Utama Sik.

Berdasarkan catatan, selama bulan Januari yang masih memasuki hari ke-12 ini sebanyak 3 orang tewas dalam kecelakaan lalulintas. Salah satu korban merupakan tabrak lari.

“Ini pusat kota yang tentunya rawan dengan kecelakaan. Harapan kami, dengan melihat bendera hitam itu masyarakat sadar dan hati-hati saat mengendarai kendaraan,” pintanya.

Dari pantauan BPost, di sejumlah pos penjagaan lalulintas seperti di pos Jembatan Merdeka juga terpasang bendera hitam bergambar tengkorak kepala manusia.

Begitu juga di posko Jalan A Yani Km6 Banjarmasin dan sejumlah pos penjagaan lainnya. Bendera ukuran sekitar 1 meter kali 50 sentimeter itu, berkibar di depan pos penjagaan.

Seharusnya, bendera tersebut dipasang di lokasi kejadian. Lantaran dikhawatirkan hilang, maka bendera dengan tiang sekitar 3 meter itu cukup di kibarkan di kantor Polisi dan pos penjagaan lalulintas.

“Memang harus dipasang di lokasi. Tapi khawatir kami begitu dipasang langsung hilang, karena tiangnya besi,” cetus Kade sambil tertawa.

Dimintai Keterangan

Sementara itu, terkait kecelakaan yang terjadi di kawasan Laingkar Selatan, petugas masih memintai keterangan sopir fuso, Deri Sunarto Wijaya (38).

Mengenakan kaos oblong warna hitam, warga Pelamboyan III Gang Nangka RT30 RW07 Sei Ulin Banjarbaru itu terlihat lesu. Duduk di sudut ruangan Kanit Lakaantas, sesekali dia memegangi kepalanya dengan kedua tangan.

“Padahal kami sudah hati-hati mas. Dan tidak laju, karena mobil yang ada di depan saya itu mau belok ke SPBU,” katanya.

Sayangnya Tuhan berkehendak lain. Sepeda motor jenis Thunder bernopol DA 4384 SZ yang dikendarai Jumadi (20) dan dua rekannya Zainudin (19) serta Rusdi (17) dari arah berlawanan (dari Lianganggang) berusaha menghindari pantat mobil yang masuk SPBU tersebut.

Saat menghindari itulah menerobos marka jalan, hinga akhirnya menabrak kepala truk yang dikemudikan dari arah Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

“Mungkin haluannya terlalu lebar hingga masuk ke jalur kanan. Sementara saya sedang melintas, sehingga menabrak,” kisahnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s