Rehab Tidak Rampung, Siswa Dibagi Tiga Gelombang

Posted: February 5, 2011 in Berita

– Mulai ditelsik reskrim Polresta Banjarmasin

– Kegiatan kesiswaan terhenti

BANJARMASIN, BPOST-Pembangunan dua kelas MTsN Kelayan di Jalan Kelayan A Gang Setuju Banjarmasin, hingga akhir tahun 2010 tidak rampung. Jajaran unit Tipikor Sat Reskrim Polresta Banjarmasin, mulai menelisik dugaan penyimpangan pembangunan tersebut.

Kamis (27/1) kemarin, petugas memanggil kepala sekolah tersebut, Mohammad Adnan. Dia dimintai keterangan petugas sejak pukul 08.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita, seputar tidak selesainya proses pembangunan yang menelan biaya Rp 247 juta tersebut.

Selain menelisik dugaan penyimpangan pembangunan ruang kelas baru (RKB), petugas juga menelisik proses rehab empat kelas di MTsN tersebut yang menelan biaya Rp 198 juta yang sampai saat ini juga belum kelar.

Usai menjalani pemeriksaan, Adenan tidak banyak memberikan keterangan. Menurutnya kehadiran tersebut memenuhi panggilan petugas yang meminta keterangan seputar pembangunan rehab kelas di sekolah yang dipimpinnya itu.

“Saya dimintai keterangan soal pembangunan, ya saya jawab seperti yang saya ketahui. Termasuk progres pembangunan yang sampai akhir tahun hanya mencapai 56,9 persen itu,” katanya sambil berjalan menuju parkiran kendaraan.

Dirinya mengaku tidak bisa memanipulasi data dan keterangan, meskipun menyangkut sekolahan yang dipimpimnya. Karena dana pembangunan tersebut berasal dari pemerintah pusat, untuk memberikan kenyamanan para siswa.

“Pokoknya ya saya jawab seperti yang saya ketahui. Kalau memang belum tuntung, mengapa harus dikatakan 100 persen selesai,” cetusnya.

Ditanya lebih jauh soal pembangunan tersebut, Adenan mengaku tidak tahu. Karena pihaknya melalui kantor kementrian agama kota Banjarmasin hanya mengusulkan permohonan bantan dari pusat saja.

Sedangkan proses lelang dan pemenang tender tersebut, dirinya tidak tahu. Menurutnya, itu menjadi kewenangan panitia lelang yang langsung ditangani Kemenag kota Banjarmasin.

“Kami hanya tuan rumah, sebagai pengguna. Kalau urusan lelang dan siapa kontraktornya, silakan tanya ke Kemenag saja,” terangnya.

Informasi yang berhasil dihimpun BPost di Mapolresta Banjarmasin, petugas menelisik dugaan penyimpangan proyek tersebut. Baik rehab 4 kelas maupun proses pembangunan 2 kelas yang menggunakan dana dari DIPA pusat tersebut.

Karena hingga akhir tahun, kedua proyek tersebut tidak rampung. Padahal DIPA tersebut turun pada Agustus lalu. Sedangkan, proses pengerjaan mulai dilakukan pada Oktober lalu.

Seperti pada proyek-proyek umumnya, jadwal pengerjaan tersebut selama tiga bulan harus rampung. Jika tidak selesai, maka harus berhenti sambil menunggu perbaruan perjanjian atau adendum.

Bahkan, untuk rehab kelas tersebut masih banyak menggunakan kayu bekas bangunan lama. Hanya atap yang terbuat dari multiroof dan dindingnya saja yang bahannya baru.

Dari pantauan BPost, sejumlah pekerja masih melakukan aktifitas pembangunan dua kelas tersebut. Mereka berusaha mengebut pekerjaan, agar bisa cepat rampung.

Dua bangunan yang menelan biaya Rp 247 juta itu terdiri dua lantai. Di bagian lantai I masih berupa tembok yang belum dilapis. Pintu dan jendela bangunan tersebut belum ada.

Begitu juga di lantai II, hingga kini pengerjaan tembok belum sepenuhnya selesai. Beberapa pekerja sedang berusaha merampungkan pekerjaan tersebut.

Jam Belajar Siswa Berkurang

RATUSAN siswa MTsN Kelayan belajar diantara kesibukan pekerja, yang berusaha merampungkan proyek pembangunan dua kelas di sekolah yang berlokasi di jalan kelayan A Gang Setuju Banjarmasin.

Meski begitu, para siswa tetap terlihat semangat dan enjoy melaksanakan kegiatan belajar. Termasuk harus menerima dampaknya perubahan jam masuk kelas yang dirolling setiap bulan.

“Kami biasa saja, tetap masuk kelas dan belajar seperti hari-hari biasa,” cetus salah seorang siswi.

Pihak sekolah terpaksa harus meroling jam masuk kelas. Lantaran ruangan yang ada saat ini hanya tersisa 8 kelas, karena empat ruangan masih dalam proses rehab belum rampung.

Sedangkan siswa yang sekolah di tempat itu sebanyak 479 anak. Agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu, kepala skeolah terpaksa membagi jam masuk sekolah menjadi tiga kelompok.

“Dari pada diliburkan mas, kan lebih baik tetap jalan meskipun ada sebagian siswa yang terpaksa masuk sore. Dan setiap bulan kita ubah, kecuali yang kelas III karena mendekati ujian,” ujar Wakasek bagian kehumasan, Arbain Yusran.

Saat ini, siswa kelas III masuk sekolah sejak pukul 07.00 hingga pukul 11.00 Wita. Kemudian gelombang dua diisi siswa kelas II yang masuk kelas pukul 11.00 hingga 14.30 Wita, dan dilanjutkan siswa kelas I masuk sejak pukul 14.30 hingga 17.30 Wita.

Dia mengakui, sesuai petunjuk pembelajaran tidak dibenarkan. Tapi karena kondisi yang seperti itu, pihak sekolah tetap melaksanakan dari pada siswa diliburkan.

Menurutnya, untuk setiap satu mata pelajaran ditempuh dengan waktu 100 menit. Kalau kondisi normal para siswa baru pulang sekolah pukul 14.00 Wita.

“Terpaksa jam belajarnya berkurang, dari pada diliburkan sampai menunggu selesainya pembangunan,” cetusnya.

Bahkan saat disinggung terkait penerimaan siswa baru yang sebentar lagi, dia mengaku jika belum selesai dipastikan jumlah siswa baru yang diterimanya bakal berkurang.

Pada tahun sebelumnya, setiap musim penerimaan siswa baru MTsN kelayan menerima murid sebanyak 160 orang yang dibagi dalam empat kelas. Meskipun jumlah pendaftar melebihi jumlah tersebut.

“Karena ruangannya yang terbatas, jadi kami hanya menampung 160 anak saja. Apalagi sekarang, jumlah kelasnya yang berkurang,” tandas Arbain.

 

Selain jam belajar berkurang, kegiatan kesiswaan seperti pramuka dan PMR dialihkan tempatnya. Mereka lebih banyak tidak melakukan kegiatan di lingkungan sekolahan, karena halaman yang masih ada sisa material.

Bahkan sejak proses pembangunan tersebut, para siswa juga tidak mengadakan upacara bendera yang biasa rutin digelar setiap senin pagi.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s