Sri Sultan Pakai Laung

Posted: February 5, 2011 in Berita

– Ini hanya gerakan perubahan

BANJARMASIN, BPOST-Kehadiran gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X menyedot perhatian tersendiri ratusan kader dan simpatisan Nasional Demokrat (Nasdem) yang memenuhi Hall Shinta Restauran, Minggu (9/1) sore.

Tepuk tangan ratusan warga yang mengenakan kaos biru-biru pun langsung membaha, ketika Sultan naik panggung untuk memberikan pengarahan sebelum prosesi pelantikan pengurus Nasdem dimulai.

Sri Sultan yang mengenakan laung (tutup kepala khas Banjar) warna biru dan selendang kain sasirangan warna sepadan, menjadi perhatian tersendiri bagi warga yang sudah sejak siang memenuhi ruangan tersebut.

Suasana pun langsung hening, ketika raja Yogyakarta yang tercatat sebagai dewan penasehat Nasdem itu tiba di podium untuk memberikan pengarahan kepada para calon pengurus dan simpatisan.

“Nasdem itu hanya gerakan perubahan yang didirikan sekelompok anak bangsa yang memiliki kepedulian terhadap jalannya bangsa yang kita cintai bersama ini,” katanya yang disambut tepuk tangan.

Sehingga, imbuh dia, tidak benar jika keberadaan organisasi sosial kemasyarakatan ini dicurigai dengan berbagai alasan. Karena yang ada dalam tubuh organisasi tersebut, berbagai kalangan profesi dan lapisan masyarakat.

Hal senada dikatakan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh. Dengan suara yang lantang, pria berparawakan berewok itu mengisahkan berdirinya organisasi tersebut sebagai bentuk penyeimbang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ini organisasi penyeimbang yang menampung aspirasi masyarakat yang belum tertampung. Tidak lebih Nasdem ini sebagai dakwah kebangsaan,” ujarnya.

Ditanya soal rencana bakal menjadi partai politik, dengan tegas Surya Paloh mengatakan saat ini tidak ada pikiran ke arah itu. Meskipun diakuinya hingga saat ini banyak pihak yang berharap Nasdem menjadi partai politik.

Dia berharap keberadaan Nasdem tetap menjadi organisasi sosial kemasyarakatan. Mengingat, orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut berbagai kalangan mulai pengurus partai politik, PNS hingga pejabat.

Termasuk saat disinggung sebagai bentuk kekecewaan atau kelompok sakit hati, dirinya hanya tertawa lepas. Dia mengaku cuek dengan penilain tersebut.

“Biarlah orang menilai apa, yang penting kita berbuat yang terbaik untuk kepentingan masyarakat dan bangsa,” tandasnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s