“Tempat Sampah Yang Jadi Paru-paru Kota”

Posted: February 5, 2011 in Sosial

– Hutan Kota Banjarmasin

SEMILIR angin Sungai Martapura terasa sepoi-sepoi. Gempuran angin itu menerjang rerimbunan daun Trembesi, Flamboyan dan Ketapang yang tumbuh subuh di bibir sungai kebangga Urang Banua itu di ujung Jalan Lambung Mangkurat itu.

Puluhan orang yang santai di baru olahraga pagi terlihat duduk santai di bawah rindangnya pepohonan yang bernama hutan kota itu. Mereka nampak menikmati semilirnya angin dan segarnya udara kota seribu sungai, Minggu (9/1) pagi itu.

Ratusan pohon seperti Sono Keling, Gamar, Trembesi, Godokan, Tanjung, Flamboyan dan Ketapang tumbuh subur di atas lahan 1.645 meter persegi yang berdampingan dengan lapangan tenis tersebut.

Sekitar tiga tahun lalu, lahan yang berstatus milik Korem 101 Antasari Banjarmasin itu merupakan tempat sampah. Dengan keseriusan petinggi Korem terhadap lingkungan hidup, lahan tersebut “disulap” menjadi hutan yang diharapkan menjadi paru-paru kota Banjarmasin.

“Banyak pengusaha yang melirik lahan itu. Tapi kami komitmen ingin menjadikan lahan itu sebagai hutan kota yang sekaligus paru-paru kota Banjarmasin,” kata Komandan Korem 101 Antasari Banjarmasin, Kolonel Inf Heros Paduppai.

Ketekatan itu dilakukan, di kota Banjarmasin minim lokasi penghijauan. Apalagi kota Banjarmasin ini tidak memiliki alun-alun yang identik dengan kawasan terbuka hijau, yang menjadi pusat olahraga maupun tempat santai masyarakat.

“Kalau semua lahan menjadi ruko dan bangunan, bagaimana lingkungan kita nanti yang penuh polusi udara. Kasihan anak cucu kita nanti,” tukas Heros.

Gayung pun bersambut. Sayangnya, bukan dengan pemerintah daerah melainkan dengan seorang warga yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup bernama Samsudin.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang becak itu, dengan semangat menanam sekitar 407 pohon dengan 7 jenis tanaman di areal itu. Bahkan dengan suka rela merawat tanaman di areal itu. Mulai menyiram air hingga memupuknya agar tanaman tumbuh subur.

Baginya, kegiatan itu panggilan nurani. Sejak beberapa tahun silam, dirinya sudah berusaha menghijaukan kota ini dengan menanam berbagai jenis pohon di pinggir-pinggir jalan kota Banjarmasin tanpa adanya bantuan dari pemerintah sedikitpun.

“Kami merasa terbantu dengan ketekatan bapak-bapak tentara, yang membolehkan lahannya untuk ditanami,” ujar Samsudin.

Untungnya lagi, imbuh dia, orang-orang jahil pun tidak berani merusak tanaman tersebut karena lahannya milik TNI. Hal itu berbeda dengan pohon yang pernah ditanamnya di pinggir jalan, banyak dirusak orang jahil.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s