Tinggalkan Bayi 5 Bulan Masuk Bui

Posted: February 5, 2011 in Berita

– IRT ditangkap saat nimbang 5 gram sabu

– Melanjutkan binis suami

BANJARMASIN, BPOST-Raida Wati (25), tak kuasa menahan haru saat buah hatinya yang masih berumur 5 bulan menjenguknya di ruang Sat Narkoba Polresta Banjarmasin, Minggu (30/1) sore.

Ibu muda yang tinggal di Jalan Handil Bhakti kompleks Griya Permata II Batola itu, terpaksa berpisah dengan buah hatinya dalam waktu cukup lama. Perempuan yang lidahnya ditindik itu, harus mendekam di balik jeruji besi rumah tahanan (Rutan) Polresta Banjarmasin untuk menunggu proses hukum.

Raida Wati yang merupakan istri Bucek, residvis narkoba ditangkap bersama temannya, Sultan Bulkiah (27) warga Jalan Kelayan A Gang Cenderawasih RT1 RW1 nomor 4 Banjarmasin, saat menimbang sabu di kamar Sultan, Sabtu (29/1) pukul 01.30 Wita.

Dalam penggerebekan yang dipimpin langsung Kanit II Sat Narkoba Polresta Banjarmasin, Iptu Andre Hutagalung itu menemukan 3 paket sabu seberat 5 gram, timbangan digital, gunting serta plastik klp yang diduga untuk membungkus barang haram tersebut.

Saat digerebek tidak ada perlawanan sedikit pun dari kedua tersangka. Apalagi berusaha kabur, karena petugas dari Sat Narkoba Polresta Banjarmasin sudah mengepung rumah tersebut.

Dalam pengakuannya, barang tersebut milik temanny bernama Eman. Saat itu dirinya disuruh menimbang barang haram tersebut menjadi paketan kecil, dengan imbalan uang sebesar Rp 250 ribu per gramnya.

“Saya hanya mengambil upah saja untuk membungkus sabu itu menjadi paketan kecil,” ujar Raida Wati sambil menutup wajahnya.

Pekerjaan terlarang tersebut, terpaksa dilakukan lantaran tidak memiliki pekerjaan yang bisa menghasilkan uang. Apalagi setelah suaminya, Bucek ditangkap jajaran Sat Narkoba Polresta Banjarmasin 8 bulan silam.

Untuk memenuhi keperluan hidup buah hatinya yang masih berumur 5 bulan, terpaksa dirinya melanjutkan profesi suaminya sebagai pengedar narkoba.

Dirinya mengambil upah dari mengedarkan barang tersebut. Termasuk menimbang dan membungkus sabu tersebut menjadi paketan kecil, untuk dijual kepada pengguna kelas menengah.

“Alasannya ya karena masalah ekonomi. Saya tidak punya pekerjaan apa-apa dan harus menanggung biaya hidup anak,” tandasnya.

Begitu juga dengan Sultan. Pria yang sehari-hari berjualan nasi kuning bersama orangtuanya itu, tergiur dengan upah yang ditawarkan pemilik barang tersebut.

“Kan bisa untuk tambahan penghasilan. Kalau 1 gram diberi upah Rp 250 ribu, kan tinggal mengalikan 5,” cetusnya.

Saat itu, Raida Wati yang merupakan teman lamanya tiba-tiba datang menawarkan pekerjaan tersebut dengan iming-iming upah yang cukup besar. Dengan senang hati dirinya menyambut tawaran tersebut, meskipun al itu terlarang.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Banjarmasin Kompol Christian Rony melalui Kanit II, Iptu Andre Hutagalung mengatakan, penggerebekan tersebut berawal informasi warga kalau di rumah tersebut ada orang transaksi narkoba.

Saat petugas mendatangi rumah tersebut sempat terkejut lantaran kondisinya sunyi. Setelah dilihat, ternyata ada kedua tersangka di dalam kamar yang sedang menimbang sabu.

“Langsung kami gerebek dan ternyata benar, ada paketan sabu seberat 5 gram yang sedang ditimbang menjadi paketan kecil,” katanya.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara.

Dititipkan ke Saudara

RESIKO menekuni bisnis narkoba sangat dipahami Raida Wati (25). Alasan himpitan ekonomi, ibu muda satu anak itu nekad melanjutkan bisnis terlarang yang pernah ditekuni suaminya sebelum tertangkap Polisi.

Kini, warga Jalan handil Bhakti kompleks Griya Permata II Batola itu harus menyusul jejak suamianya yang yang sudah 5 bulan mendekam di LP Teluk Dalam Banjarmasin.

Tragisnya lagi, perempuan yang menindik lidahnya itu harus meninggalkan anak semata wayangnya yang masih berusi 5 bulan tersebut.

Bayi mungil yang tergolek digendongan kakaknya saat menjenguk di ruangan Sat Narkoba, bakal ditinggalkan beberapa tahun untuk menjalani proses hukum karena kesandung kasus narkoba seberat 5 gram.

“Itu anak saya digendong kakak. Rasanya tidak tega meninggalkan dia sendiri di rumah. Tapi mau bagaimana lagi, mungkin ini takdir jalan hidup saya,” ujarnya lirih.

Selama dirinya bakal menjalani hukuman tersebut, buah hatinya dititipkan kepada kakaknya. Agar bayi tersebut dirawat layaknya anak sendiri.

Apalagi ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara sudah menghadangnya. Dia ditangkap anggota unit II Sat Narkoba Polresta Banjarmasin saat menimbang sabu seberat 5 gram di rumah temannya di Jalan Kelayan A Gang Cenderawasih Banjarmasin.

“Saya juga tidak bisa membayangkan, saat saya bebas nanti anak saya sudah sebesar apa ya,” cetusnya sambil meninggalkan ruang Sat Narkoba.

Begitu juga dengan kakak Raida Wati. Sambil menggendong sang buah hati, dirinya bakal berusaha merawat bayi tersebut seperti anaknya sendiri.

“Anggap saja musibah. Jadi bagaimanapun juga akan saya rawat seperti anak saya mas,” katanya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s