3.207 Anak “Tanpa Ayah” di Banjarmasin

Posted: February 8, 2011 in Sosial

– Diduga hasil nikah siri

BANJARMASIN, BPOST-Selama kurun waktu tiga tahun sejak 2008 hingga saat ini, sebanyak 3.207 anak di wilayah kota Banjarmasin hanya berstatus sebagai anak ibu. Karena dalam akta kelahiran anak tersebut tidak mencantumkan nama ayah.

Diduga, ribuan anak “tanpa ayah” yang ada di kota seribu sungai ini merupakan hasil nikah siri. Sehingga saat pengajuan pembuatan akta kelahiran, orangtuanya tidak bisa menunjukkan akta pernikahan sebagai persyaratan utama pembuatan dokumen tersebut.

“Kami menduga itu anak nikah siri. Karena orangtuanya saat disuruh menunjukkan buku nikah tidak bisa. Padahal itu syarat untuk membuat akta kelahiran anak,” kata Kepala dinas pendudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) kota Banjarmasin, Rachmah Noorlias.

Karena nikah siri tersebut dilakukan di depan penghulu saja. Sehingga sah melakukan hubungan secara agama. Namun, hubungan tersebut belum diakui scara hukum negara, yang ditandai dengan bukti buku akta nikah tersebut.

“Terpaksa nama ayah tidak dicantumkan, karena tidak ada akta pernikahannya. Kalau hilang atau terbakar, masih ada registrasinya di buku. Dalam ilmu kependudukan itu namanya anak ibu,” terangnya.

Berdasarkan catatan Disdukcapil kota Banjarmasin, anak ibu tersebut selama kurun waktu 3 tahun trendnya mengalami peningkatan yang cukup besar.

Dalam waktu tahun 2008, Disdukcapil telah mengeluarkan akta anak ibu sebanyak 203 lembar. Kemudian tahun 2009 mengalami peningkatan sebanyak 953 lembar dan tahun 2010 ini mencapai 2.051 lembar.

“Sehingga jika dijumlah mencapai 3 ribu lembar lebih akta kelahiran anak ibu yang sudah dibuat,” tegasnya.

Akta kelahiran tersebut sangat penting. Selain menjelaskan nama anak yang bersangkutan berikut tempat tanggal lahir, juga menyebutkan nama kedua orangtua dan kewarganegaraan.

Karena akta tersebut, menjadi dokumen sah yang menjelaskan jika anak tersebut mrupakan keturunan dari orangtua yang sah dan berhak mendapatkan segala sesuai secara hukum.

Hal itu diakui salah satu warga Kuin Banjarmasin Utara. Dia yang memiliki dua istri itu, mengaku sampai saat ini anak dari hasil pernikahan yang kedua tersebut selain sulit untuk mendapatan akta juga tidak mencamtumkan nama dirinya.

“Sampai anak saya masuk SMA, akta kelahirannya tidak menyebut nama saya,” tukas pria yang enggan namanya dikorankan.

Selain tidak mencantumkan nama dirinya dalam akta kelahiran sang buah hati, dirinya juga susah untuk mendapatkan kartu keluarga. Karena petugas Disdukcapil tidak mau menerbitkan kartu keluarga dengan alasan dobel identitas.

“Sama dengan kartu keluarga juga tidak mencantumkan nama saya sebagai kepala keluarga. Alasanya dobel, karena saya sudah tercatat di kelurahan lain,” tandasnya.

KTP Elektrik

Untuk melakukan penertiban KTP ganda, Disdukcapil kota Banjarmasin bakal melakukan pendataan ulang. Hal itu juga untuk mendukung pembuatan KTP elektrik atau yang sering disebut dengan e-KTP.

Rencananya, penerbitan KTP elektrik tersebut dimulai awal 2011 mendatang. Karena semua infra struktur maupun anggaran biaya akan ditanggung pusat.

“Ini program nasional, di Banjarmasin sekitar 2011 mulai berjalan. Sekaligus untuk menerbitkan single identiti number,” terangnya.

Bahkan, kelebihan KTP elektrik tersebut bakal berlaku nasional. Artinya, jika pemegang KTP tersebut pindah dari satu daerah ke daerah lain, tidak perlu mengurus KTP baru lagi.

Selain itu, KTP elektrik tersebut juga dilengkapi sidik jari. Sehingga tidak bisa dipalsukan oleh orang lain, khususnya untuk kepentingan kejahatan.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s