Akhirnya Pemprov Melunak

Posted: February 8, 2011 in Berita

– Lahan terminal Pal6 diserahkan ke Pemko

BANJARMASIN, BPOST-Harapan pemko Banjarmasin untuk ‘menguasai’ lahan terminal induk Pal6 akhirnya membuahkan hasil. Pemprov Kalsel, selaku pemilih lahan tersebut akhirnya melunak dengan menyetujui pelimpahan aset tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala dinas perhubungan (Dishub) kota Banjarmasin, Rusdiansyah. Menurutnya, saat ini proses penyerahan lahan tersebut sudah digodok di DPRD Kalsel.

“Pada dasarnya para anggota dewan setuju penyerahan aset tersebut ke pemko Banjarmasin,” terangnya.

Tak heran, Dishub pun mengeluarkan tenaga ekstra untuk segera menyulap terminal induk tersebut dengan memasukkan anggaran sebesar Rp 100 juta dalam APBD perubahan untuk melakukan study terhadap terminal tersebut.

Sesuai rencana, meski pemerintah pusat telah menetapkan temrinal tipe A di kawasan Pal17, namun pemko Banjarmasin tetap berjuang untuk mencalonkan diri sebagai terminal terbesar di Kalsel dengan melakukan pengembangan.

“Yang penting kita lebarkan dan dibangun dulu. Nanti dipilih pusat sebagai terminal tipe A atau tidak, bagi kami yang penting ditata agar rapi dan nyaman,” tukasnya.

Awalnya, pemprov Kalsel bersikukuh enggan menyerahkan aset tersebut ke pemko Banjarmasin dengan alasan banyak persoalan hukum yang melingkungi keberadaan lahan tersebut.

Lahan itu siap diserahkan, asalkan pemko bisa menyelesaikan sejumlah persoalan hukum tersebut. Mengingat, lahan terminal yang statusnya milik pemprov itu muncul sejumlah sertifikat seperti HGB, HGU maupun hak milik.

Apalagi, saat diserahkan pengelolaannya ke pemko Banjarmasin, lahan seluas 3 hektar tersebut dimanfaatkan pemko dengan menyerahkan ke investor untuk pembangunan ruko atau yang lebih dikenal dengan Banjarmasin Trade Center (BTC) seluas 1,2 hektar.

Sementara itu, menurut anggota komisi I DPRD Kalsel Riduan MS saat dihubungi BPost via ponsel mengatakan, proses penyerahan lahan terminal tersebut dalam proses dan negosiasi antara pemko Banjarmasin dengan pemprov dan DPRD.

“Sedang dalam proses antara pemprov dan pemko. Dengan harapan setelah diserahkan ke pemko tidak ada masalah dikemudian hari,” terangnya.

Dari pantauan BPost, kondisi terminal tersebut sudah tidak layak lagi sebagai temrinal induk. Selain kawasannya sudah sempit karena tidak sebanding dengan angkutan yang ada, beberapa bangunan di kawasan itu sudah tidak tertata lagi.

Termasuk beberapa angkutan antar kota, parkirnya tidak rapi sehingga terkesan semerawut. Begitu juga dengan bus angkutan antar provinsi, juga memanfaatkan sisa lahan yang berada di dekat bangunan BTC yang mangkrak tersebut.

Apalagi, terminal tersebut sangat terbuka. Artinya dibelah oleh jalan raya, yang menjadi akses masyarakat sekitar lokasi. Termasuk tidak memiliki pagar. Sehingga keberadaan terminal itu sempat mendapat predikat dari anggota DPR RI komisi V sebagai terminal paling unik se-Indonesia.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s