Awal Juli Pemotongan Ayam Pindah

Posted: February 8, 2011 in Berita

– Kurang 50 ekor tidak wajib pindah

BANJARMASIN, BPOST-Pemko Banjarmasin tidak akan memberikan toleransi lagi kepada para pedagang ayam potong yang ada di kota seribu sungai ini. Awal Juli nanti, mereka harus angkat kaki menuju tempat pemotongan yang ada di kawasan Mantuil Basirih.

Pedagang yang harus melakukan pemotongan di lokasi yang disediakan pemko tersebut, khususnya yang jumlah dagangannya banyak. Kurang dari 50 ekor, pemko masih memberikan toleransi dengan memperbolehkan memotong ayam di lokasi semula.

Para pedagang yang tersebar di 26 lokasi penjualan ayam potong sudah diberi toleransi sekitar 2 bulan untuk melakukan persiapan. Karena sesuai rencana, mereka harus sudah pindah paling lambat akhir April lalu.

“Paling lambat awal Juli mereka harus sudah pindah ke lokasi yang sudah kami siapkan,” ujar Kepala dinas pertanian dan peternakan kota Banjarmasin, Priyo Eko.

Sesuai surat edaran yang ditandatangi Sekdako Didit Wahyuni, para pedagang ayam potong itu harus melakukan pemotongan maupun pembersihan ayam di tempat penampungan yang telah disediakan pemko Banjarmasin di kawasan kantor dinas pertanian dan peternakan.

Lantaran ada reaksi dan penolakan dari sjeumlah pedagang, akhirnya pemko Banjarmasin bersama DPRD kota Banjarmasin memberikan jalan keluar dengan menunda pelaksanaan relokasi tersebut.

Apalagi, yang dipindah tersebut hanya lokasi pemotongannya saja. Sedangkan tempat penjualannya tetap di lokasi semula, sepeti di Pasar BIM, Sentra Antasari, Teluk Dalam maupun di Pasar Kalindo.

Karena, pemko Banjarmasin selain menyediakan lokasi penampungan, juga telah menyediakan alat potong serta mesin pencabut bulu ayam untuk memudahkan kerja pedagang.

“Keluhan masyarakat melalui surat pembaca sangat banyak, yang mengeluhkan keberadaan pemotongan ayam yang bercampur dengan lokasi penjualan,” terangnya.

Lebih lanjut Priyo menjelaskan, kemampuan peralatan tersebut bisa mencabuti bulu ayam sebanyak 10 hingga 15 ekor setiap menitnya. Dengan harapan, bisa membantu para pedagang untuk mengejar waktu penjualan ayam tersebut di pasar.

Sedangkan peredaran ayam potong di wilayah kota Banjarmasin setiap harinya mencapai 4 ribu ekor. Dengan begitu, hanya memerlukan waktu yang cukup singkat untuk membersihkan ayam tersebut.

Sementara itu, sejumlah pedagang ayam potong belum bereaksi atas rencana relokasi tersebut. Meskipun mereka menolak, karena dianggap yang direlokasi tersebut lokasi penjualan.

Selain itu, para pedagang harus mengeluarkan ongkos lagi untuk biaya pengangkutan dari lokasi pemotongan yang ada di Mantuil Basirih ke masing-masing pasar.

“Santai dulu mas, nunggu kesepakatan teman-teman yang lain bagaimana menyikapi hal ini,” tukas Asad, salah seorang pedagang.

Jika terpaksa harus melakukan pemotongan di lokasi yang disediakan pemko akan dijalaninya. Menurutnya, meski harus mengeluarkan ongkos tambahan, relokasi tersebut semata-mata untuk kepentingan dan kebersihan lokasi jualan.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s