Dengar Pendapat Panwas, KPU dan Komisi I

Posted: February 8, 2011 in Berita

– Mendesak Membuat Lembaga Investigasi

BANJARMASIN, BPOST-Suasana rapat dengar pendapata yang digelar Komisi I DPRD Kota Banjarmasi dengan KPU dan Panwaslu kota Banjarmasin, yang digelar di ruang rapat mini lantai I, Senin (14/6) kemarin sempat berjalan tegang.

Saat itu, rapat yang dipimpin ketua Komisi I, Edy Yusuf memberikan kesempatan kepada perwakilan mahasiswa untuk memberikan tanggapan atas penjelasan KPU dan Panwaslu.

Dalam tanggapannya, para mahasiswa menilai keberadaan Panawaslu tidak ada artinya. Bahkan, justru menambah beban anggaran daerah karena memberi gaji kepada mereka.

Namun, honor yang diberikan tersebut tidak sebanding dengan kinerja yang ditunjukkan dalam memberikan pengawasan jalannya pesta demokrasi daerah yang digelar 2 Juni kemarin. Terbukti tak satupun bentuk pelanggaran berhasil diketahuinya.

“Kerjanya kok hanya menunggu laporan saja. Padahal Panwas kan digaji dengan APBD. Makanya, dari pada hanya pelengkap saja lebih baik dibubarkan,” ujar salah seorang perwakilan mahasiswa.

Selain itu, para mahasiswa juga mendesak KPU, Panwaslu maupun DPRD agar membuat lembaga investigasi untuk melacak dugaan maraknya praktik-praktik money politic yang menghiasi pesta demokrasi daerah tersebut.

Dalam penjelasannya, ketua Panaswlu kota Banjarmasin Arif Sri Wiyana mengatakan, selama menjelang maupun pelaksanaan Pemilukada dirinya bersama jajaran sebanyak 68 orang sudah melaksanakan tugas secara maksimal.

Berbagai informasi yang disampaikan masyarakat yang dikirim melalui pesan singkat selalu dilacaknya, meskipun tak ada yang benar. Namun pihaknya tetap semangat menjaga kelangsung pesta demokrasi itu dengan baik.

“Semua laporan yang disampaikan kami lacak. Bahkan, hingga larut malam kami menunggu di dekat Hotel Sampaga katanya mau ada money politic, tapi tidak terbukti,” tukasnya.

Selain itu, pihaknya juga berusaha ikut menurunkan baliho-baliho milik pasnagan calon yang hingga masa tenang belum diturunkan. Padahal, kegiatan itu tugas dari tim sukses maupun Satpol PP.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin Edy Yusuf mengatakan, kedua penyelenggara Pemilukada yakni KPU dan Panwaslu sudah menjalankan tugasnya sesuai peraturan perundang-undangan.

Terkait dugaan maraknya money politic tersebut, menurut politisi asal Partai Demokrat itu sampai saat ini belum ada laporan resmi dari masyarakat maupun pasangan calon. Sehingga belum bisa memastikian adanya bagi-bagi uang tersebut.

Sebelum mengikuti rapat dengar pendapat, sekitar 20 mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Banjarmasin yang mengatasnamakan penyelamat demokrasi menggelar aksi unjuk rasa di perempatan Jalan Lambung Mangkurat.

Selain menggelar orasi, mereka juga membagi-bagikan selebaran dan membawa spanduk bertuliskan “bubarkan Panwaslu, praktik uang kotori hasil Pemilukada kota Banjarmasin dan demokrasi Banjarmasin terancam premanisme politik yang merajalela”.

Tak ayal, aksi para mahasiswa tersebut menyita perhatian pengguna jalan. Apalagi, aksi tersebut juga mendapat penjagaan aparat Kepolisian.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s