Dewan Pertanyakan Kinerja Panwas

Posted: February 8, 2011 in Berita

BANJARMASIN, BPOST-Kurangnya respon panitia pengawas (Panwas) terhadap maraknya dugaan praktik money politic yang menghiasi pelaksanaan pemilihan wali kota dan wakil wali kota Banjarmasin, disesalkan anggota DPRD kota Banjarmasin. Mereka mempertanyakan kinerja ‘wasit’ pesta demokrasi tersebut.

Awan Subarkah, salah satunya. Wakil ketua DPRD itu menilai, Panwas kurang sigap dalam merespon pengaduan dan laporan masyarakat terkait adanya dugaan pelanggaran tersebut. Sehingga terlambat tiba di lokasi saat adanya transaksi upaya pelanggaran tersebut.

Selain itu, ketika disodori bukti-bukti pelanggaran tersebut seharusnya langsung direspon dengan melakukan upaya penelusuran atas laporan tersebut.

“Apa yang kami laporkan itu kan bukti awal. Sehingga Panwas harus menelusuri dan mencari bukti-bukti pendukung lain untuk memastikan dugaan pelanggaran tersebut,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, yang dilakukan Panwas justru sebaliknya. Agar pelapor untuk melengkapi apa yang menjadi laporan adanya pelanggaran tersebut.

Hal senada dikatakan Edy Yusuf. Ketua komisi I DPRD Kota Banjarmasin ini sangat menyayangkan tugas Panwas, yang lambat dalam menyikapi persoalan tersebut.

Karena persoalan dugaan pelanggaran itu selain sudah menjadi buah bibir di masyarakat, juga bukan rahasi lagi. Sehingga tugas Panwas untuk melakukan penelusuran lebih lanjut, guna mengungkap praktik-praktik kecurangan dalam Pemilukada ini.

“Bagi-bagi uang dalam Pemilukada ini sangat terang-terangan, anehnya Panwas tidak menemukan sama sekali. Kalau dulu pembagiannya subuh, sekarang saat di TPS-TPS,” ujarnya.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat jajaran komisi I yang merupakan mitra kerjanya bakal memanggil Panwas kota Banjarmasin tersebut terkait kinerjanya selama ini.

Mengingat, mereka juga menggunakan APBD untuk melaksanakan kegiatannya dalam memberikan pengawasan terhadap jalannya proses Pemilukada baik tingkat provinsi maupun kota Banjarmasin.

Sementara itu, Ketua Panwas kota Banjarmasin Arif Sri Wiyana mengatakan mekanisme tugas yang dilakukan selalu mengacu pada aturan perundang-undangan. Selain adanya bukti pelanggaran, juga harus ada saksi.

Terkait kinerja selama ini, menurutnya sudah dijalankan dengan baik dan maksimal. Setiap ada laporan dari masyarakat, dirinya langsung menersukan kepada petugas sesuai wilayahnya.

“Contoh ada laporan money politic di wilayah Banjarmasin Utara, langsung kami teruskan kepada petugas kami yang ada di daerah itu,” tukasnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s