Dinas Pertanian Tunggu Laporan Daerah

Posted: February 8, 2011 in Berita

– 1.300 hektar sawah gagal panen

– Terkait bantaun lahan puso

BANJARMASIN, BPOST-Dinas pertanian Kalsel saat ini masih menunggu laporan masing-masing kabupaten dan kota yang lahan pertaniannya terendam musib banjir, dan gagal panen beberapa waktu lalu sebelum memberikan bantuan.

Hal itu disampaikan kepala dinas pertanian Kalsel, Sriono. Menurutnya, laporan itu diperlukan untuk mengetahui luasan areal lahan pertanian yang gagal panen tersebut untuk disesuaikan dengan bantuan yang akan dikucurkan.

“Selain itu, juga untuk mengetahui daerah mana yang memerlukan bantuan,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, karena tidak semua daerah memerlukan bantuan tersebut. Khususnya yang lahan pertaniannya yang gagal panen sedikit, biasanya langsung dibantu dari dinas setempat.

Terkait jumlah lahan pertanian yang gagal panen tersebut, menurut Sriono hingga kini belum ada pertambahan. Berdasarkan data terakhir yang berhasil dihimpun, lahan pertanian di Kalsel yang terendam banjir seluas 11.500 hektar dan 1.300 hektar sawah sudah dinyatakan gagal panen atau puso.

Adapun lahan pertanian yang terendam banjir beberapa waktu lalu itu berada di 10 dari 13 kabupaten dan kota di Kalsel. Kecuali 3 daerah yakni kota Banjarmasin, Banjarbaru dan kabupaten Kotabaru.

“Dari 13 kabupaten dan kota, areal pertanian yang tidak terendam hanya di tiga daerah saja. Sisanya, terendam semua dan yang paling banyak sekitar 11 ribu di wilayah Tanahbumbu,” katanya.

Akibatnya, terendam banjir yang berlangsung cukup lama tersebut lahan pertanian seluas 1.300 hektar dinyatakan puso atau gagal panen.

Selain itu, benih yang digunakan untuk penyemaian sebanyak 19 ribu kilogram juga tidak bisa dimanfaatkan lagi. Karena busuk akibat terendam banji yang sudah berlnagsung cukup lama tersebut.

Padahal benih itu bisa digunakan untuk penyemaian sekitar 760 hektar. Karena setiap hektarnya memerlukan benih untuk penyemaian sebanyak 25 kilogram.

“Rata-rata masyarakat memerlukan benih untuk penyemaian sekitar 25 kilogram per hektarnya,” tukasnya.

Berdasarkan pemetaan badan penanggulangan bencana Kalsel, ada 10 daerah yang paling rawan banjir. Hal itu disebabkan rusaknya kondisi alam atau lingkungan daerah sekitar, yang tidak mampu lagi menampung luapan air.

Adapun 10 daerah tersebut, antara lain kabupaten Tabalong, Balangan, Barabai, Kandangan, Tapin, Banjar, Tanah Laut (Tala), Tanah Bumbu (Tanbu), Kotabatu dan Barito Kuala (Batola).

“Pemicu banjir tersebut adalah luapan air sungai lantaran tidak mampu lagi menampung air akibat curah hujan yang tinggi,” ujar Sekretaris badan penanggulangan bencana M Ariffin.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s