Ekspos Dulu Sebelum Menambang

Posted: February 8, 2011 in Berita

– Terkait rencana penambangan Pulau Laut

BANJARMASIN, BPOST-Meski terus mendapatkan penolakan, rencana penambangan di Pulau Laut terus menguat. Dipastikan tetap mendapat restu dari pemkab Kotabaru, dengan alasan penambangan tersebut, untuk memenuhi keperluan listrik di daerah itu.

Menurut Kepala badan lingkungan hidup darah (BLHD) Kalsel, Rakhmadi Kurdi, selayaknya mulai saat ini harus melakukan ekspos terlebih dahulu terkait rencana tersebut. Dengan harapan tidak menimbulkan malah dikemudian hari.

“Layak atau tidaknya lokasi itu ditambang, seharusnya ada ekspos terlebih dahulu baik dari investor maupun pemkab kepada instansi terkait,” terangnya.

Menurutnya, ekspos tersebut sangat diperlukan untuk mengetahui kelayakan tambang nantinya. Baik dari aspek lingkungan, maupun dari segi tata ruang.

Termasuk mempertimbangkan ekosistem daerah setempat dan mencocokkan peta kawasan tersebut. Apakah layak untuk menjadi areal pertambangan atau tidak.

“Manfaatnya untuk mengetahui dan mengantisipasi dampak-dampak yang akan ditimbulkan dari tambang tersebut,” terangnya.

Mengingat, selama ini banyak perusahaan tambang yang mengabaikan masalah tersebut. Tak ayal sering kali menjadi sasaran tudingan jika terjadi permasalahan.

Hal senada dikatakan Gubenrur Kalsel, Rudy Ariffin. Karena kewenangan mengeluarkan izin pertambangan di tingkat kabupaten, dirinya hanya berharap agar dilakukan kajian mendalam terlebih dahulu.

“Tolong dikaji dulu, apakah layak atau tidak daerah itu jika ditambang. Karena yang berwenang mengeluarkan izin itu ya masing-masing daerah,” tandasnya.

Menurut Rudy, banyak tambang di Kalsel yang terlalu dipaksakan. Karena, meski lokasi tidak layak dilakukan penambangan, tetap saja digali untuk mengambil kandungan yang ada di perut bumi tersebut.

Akibatnya, banyak menimbulkan masalah dikemudian hari. Seperti terjadi tumpang tindih, maupun tidak bisa melakukan reklamasi maupun mengembalikan penutup bekas lubang tersebut.

“Tambang yang menimbulkan masalah itu rata-rata yang dipaksakan. Kawasan itu tidak layak ditambang, tapi tetap saja dikeruk,” urainya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s