Harga Karet Sempat Naik Sebentar

Posted: February 8, 2011 in Berita

BANJARMASIN, BPOST-Kegembiraan petani karet di Kalimantan Selatan (Kalsel) hanya berlangsung sebentar. Pasalnya, kenaikan harga karet dari 280 en dolar menjadi 340 sen dolar tenryata hanya berlangsung singkat.

Tidak lama kemudian, harga tersebut kembali ke harga semula. Sehingga kesempatan para petani untuk menangguk keuntungan dari hasil penjualan karet tidak berlangsung lama.

“Kenaikan harga kemarin hanya sebentar saja. Dan sekarang harganya sudah normal lagi,” kata kepala dinas perkebunan (Disbun) Kalsel, Haryono saat ditemui dikantor Bappeda Kalsel, Selasa (15/6).

Lebih lanjut dia menjelaskan, kesempatan naiknya harga karet tersebut tidak terlalu berdampak bagi para petani. Karena, berlangsungnya kenaikan tersebut hanya sebentar.

Meski sekarang harga karet sudah kembali normal, menurutnya Haryono tidak mematahkan semangat para petani untuk tetap menekuni pekerjaannya menyadap karet di kebun.

“Tidak terlalu berdampak pada masyarakat. Karena, kenaikan kemarin hanya sebentar,” tukasnya.

Sebelumnya, produksi karet para petani di Kalsel dikeluhkan sejumlah perusahaan karena banyak mengandung air. Sehingga, jika digunakan untuk kepentingan perusahaan, maka banyak yang menjadi abu.

Namun setelah dilakukan pelatihan, saat ini produksi karet sudah mulai membaik. Karena tidak terlalu banyak lagi yang tersisa, baik karena kotor maupun terlalu banyak air.

“Karet hasil sadapan petani sangat diminati para pelaku usaha asing. Sayangnya beberapa waktu lalu muncul keluhan karena karetnya banyak sampah, sehingga saat diolah banyak yang menjadi abu,” urai Haryono.

Berdasarkan data dinas perkebunan Kalsel, jumlah ekspr karet tahun 2005 mencapai 11 juta ton. Kemudian tahun 2006 sebesar 49 juta ton, tahun 2007 sebesar 70 juta ton.

Namun, tahun 2008 bersamaan goncangan krisis global, besar ekspor karet di Kalsel mengalami penurunan yakni hanya sebesar 63 juta saja, dan tahun 2009 juga menurun menjadi 33 juta ton.

“Diharapkan tahun 2010 ini dengan harga yang mengalami kenaikan sebesar 330 sen dolar per kilogram, mampu mendongkrak ekspor karet tersebut. Karena harga tersebut relatif tinggi dibanding beberapa waktu sebelumnya,” tukasnya.

Adapun luas perkebunan karet di banua ini sebesar 200 ribu hektar yang tersebar di berbagai daerah seperti kabupaten Tanahbumbu, Banjar, Tanah Laut, Barito Kuala, dan beberapa daerah lainnya.

Sementara itu, Kepala bidang perdagangan luar negeri Disperindag Kalsel, Siti Djumiah mengatakan, ekspor karet asal Kalsel cukup bagus. Seperti halnya dengan ekspor sawit.

Apalagi, hasil karet para petani daerah ini sangat baik. Sehingga peminatnya cukup banyak. Artinya, dalam hal pemasaran tidak terlalu sulit.

“Seharusnya terus didorong agar bisa berkembang menjadi lebih baik. Karena karet ini merupakan komiditi yang cukup bagus dan banyak diminati masyarakat luar,” terangnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s