Jaminan Warga Miskin Bakal Bertambah

Posted: February 8, 2011 in Berita

– Pusat wacanakan jaminan sosial

BANJARMASIN, BPOST-Jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) bagi warga miskin hingga kini belum berjalan secara sempurna. Meski begitu, pemerintah kembali berencana bakal meluncurkan program jaminan lagi bernama jaminan sosial.

Hal itu diungkapkan anggota dewan jaminan sosial nasional, Fachmi Idris saat sosialisasi draft Perpres bersama dinas kesehatan (Dinkes) Kalsel. Menurutnya, rencana program jaminan sosial tersebut untuk menjamin seluruh masyarakat.

“Cakupan jaminan sosial ini lebih luas dibandingkan dengan Jamkesmas dan jaminan lain yang sejenis,” katanya.

Adapun pelaksanaan jaminan sosial tersebut, bakal disinkronkan dengan jaminan kesehatan masyarakat yang sudah berjalan selama ini. Namun, akan melalui perbaikan dari kelemahan pelaksanaan Jamkesmas selama ini.

Adapun mekanismenya menggunskan sistem iuran. Hal itu dilakukan dengan mengacu data dari hasil sensus penduduk 2010 ini, dengan pola pembayaran seperti pajak.

“Pelaksanaan jaminan sosial ini akan disinkronkan dengan program sejenis yang sebelumnya sudah ada. Jadi tidak ada penggantian,” tukasnya.

Sekedar diketahui, di Kalsel selain ada program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) juga ada jaminan kesehatan provinsi (Jamkesprov), untuk mengakomodir kekurangan biaya dari pelaksanaan program nasional tersebut.

Bahkan, masing-masing daerah baik kabupaten dan kota juga sama-sama meluncurkan program sejenis dengan nama jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Mengingat, dengan dua layanan jaminan tersebut masih belum bisa memberikan pelayanan kesehatan terhadap warga kurang secara maksimal.

Sementara itu, Kepala dinas kesehatan (Dinkes) Kalsel drg Rosihan Adhani mengatakan, untuk memberikan jaminan kesehatan tersebut pmprov Kalsel telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,3 Miliar untuk masyarakat.

Dari alokasi anggaran tersebut, hingga kini yang terserap masih sekitar 10 hingga 20 persen saja. Karena, banyak warga masih menggunakan kartu Jamkesmas maupun Jamkesda.

“Dananya cukup besar, tapi tingkat penyerapannya belum maksimal,” terangnya.

Ditanya masih sering ditemukan keluhan adanya pelayanan yang kurang maksimal dari pengguna kartu Jamkesmas maupun Jamkesda, menurutnya tidak semua jenis obat bisa diakomodir dengan kartu tersebut.

Termasuk saat ditanya adanya rumah sakit yang menolak pengguna kartu tersebut, menurutnya itu lebih disebabkan kurang fahamnya petugas. Begitu juga jika alasan dana tersebut habis, menurut Rosihan itu jaminan kesehatan daerah (Jamkesda).

“Kalau dana Jamkesdanya habis, warga bisa menggunakan dana Jamkesmas maupun Jamkesprov,” urainya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s