Peringkat 5 Peredaran Narkoba

Posted: February 8, 2011 in Berita

– Dari 390 kasus usia remaja mendominasi

BANJARMASIN, BPOST-Sabtu (26/6) hari, seluruh masyarakat dunia memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI). Dalam peringatan yang mengambil tema Hidup Sehat Tanpa Narkotika itu, juga diperingati di Kalsel.

Secara serentak, peringatan tersebut bakal digelar Senin (28/6) mendatang. Hal itu dilakukan untuk mengingatkan semua pihak aga menjauhi barang haram tersebut.

Apalagi, peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) di Kalsel cukup marak. Bahkan dari data Badan Narkotika Nasional (BNN), Kalsel menduduki peringkat 5 nasional setelah Surabaya dan Jakarta.

Selama kurun waktu 5 bulan tahun 2010 ini, sebanyak 390 kasus peredaran barang haram tersebut yang berhasil digagalkan petugas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 187 pelakunya berpendidikan SMP. Kemudian pendidikan SMA sebanyak 114, pendidikan SD sebanyak 83 dan sarjana sebanyak 6 orang.

“Dari data itu sangat jelas, bahwa peredaran Narkoba di Kalsel ini sudah merambah para generasi muda,” kata kepala dinas kesehatan (Dinkes) Kalsel, drg Rosihan Adhani.

Oleh karena itu, lanjut dia, tugas semua pihak baik pemerintah maupun orangtua untuk memberikan pengawasan ketat kepada anak-anak khususnya yang measuki usia remaja.

Untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi bagi pecandu Narkoba yang sudah dijatuhi vonis pengadilan, Dinkes Kalsel telah menyiapkan RSJ Sambang Lihum sebagai pusat rujukan dan rehabilitasi tersebut.

Saat ini, sudah tersedia sebanyak 50 tempat tidur yang disediakan secara khusus bagi para pecandu untuk menjalani rehabilitasi maupun detox.

Meskipun saat ini masih 2 pecandu yang sudah memanfaatkan layanan tersebut untuk menjalani rehabilitasi sesuai dengan putusan pengadilan negeri. Tidak menutup kemungkinan bakal bertambah, mengingat tingginya angka peredaran barang haram itu.

“Dinkes sebagai mitra kerja sudah siap menampung bagi para pecandu untuk menjalani rehabilitasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kalakhar BNP Kalsel H Syahbani mengatakan, meningkatnya posisi Kalsel dari peringkat 6 menjadi 5 karena rajinnya petugas melakukan penangkapan kepada pengedar maupun pengguna barang haram tersebut.

“Karena petugas baik di Banjarmasin maupun di daerah-daerah rajin melakukan penangkapan dan aktif mengirim informasi itu. Sehingga, berdasarkan data tersebut peringkatnya mengalami kenaikan,” terangnya.

Untuk menyikapi maraknya peredaran Narkoba tersebut, dirinya berharap kepada semua lapisan masyarakat untuk ikut ambil bagian. Karena yang bertanggung jawab atas masalah itu, tidak hanya aparat Kepolisian saja, tapi juga masyarakat umum.

“Minimal membentengi keluarganya sendiri dari ancaman peredaran maupun penggunaan barang tersebut,” tandasnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s