Separo Wilayah Kalsel Jadi Tambang

Posted: February 8, 2011 in Berita

– Manipulasi Amdal

– Hari ini peringatan lingkungan hidup

BANJARMASIN, BPOST-Hampir separo luas wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) berupa areal pertambang. Kalsel yang memiliki 13 kabupaten dan kota itu memiliki luas 3,7 juta hektar dan seluas 1,8 juta hektar berupa areal pertambang, dengan 23 perusahaan berstatus PKP2B dan sebanyak 380 berstatus Kuasa Pertambangan (KP).

Hal itu dikatakan manager kampanye Walhi Kalsel, Dwitho Frasetiandy kepada BPost. Menurutnya, selain areal yang sudah dikapling tambang emas hitam itu, wilayah Kalsel juga dikurangi untuk kawasan HPH seluas 261,9 ribu hektar, izin konsesi HTI seluas 383,6 ribu hektar dan pertambangan yang melakukan eksploitasi seluas 658,7 ribu hektar.

Termasuk konversi perkebunan sawit berskala besar yang memanfaatkan lahan seluas 360,8 ribu hektar, dari realisasi rencana seluas 700 ribu hektar. Sehingga jika ditotal wilayah Kalsel 3,1 juta hektar hanya diperuntukkan untuk HPH, HTI, perkebunan dan pertambangan.

“Dari juamlah wilayah yang telah dikapling itu sangat jelas pengambilan manfaat sumber daya alam itu telah mengabaikan ekologi dan kondisi lingkungan,” terangnya.

Tak heran, jika setiap tahun musibah banjir selalu mewarnai bumi Lambung Mangkurat ini. Karena, keperuntukan lahan tersebut tidak sebanding dengan keperluan masyarakat. Melainkan untuk industri yang telah mengabaikan faktor lingkungan.

Berdasarkan cacatan, intensitas musibah banjir di Kalsel cukup besar. Tahun 2006 lalu, peristiwa banjir terjadi sebanyak 14 kali. Kemudian tahun 2007 sebanyak 23 kali, tahun 2008 sebanyak 21 kali dan tahun 2009 sebanyak 22 kali dengan menelan biaya sebesar Rp 3 Miliar.

Sebanyak 19.366 keluarga menjadi korban karena tempat tinggal mereka terendam air serta 15 ribu hektar lahan pertanian juga terendam air.

Hal senada dikatakan Kepala badan lingkugan hidup daerah (BLHD) Kalsel, Rakhmadi Kurdi. Menurutnya, banyak perusahaan khususnya pertambangan yang mengabaikan kepedulian lingkungan. Hal itu telrihat dari banyaknya perusahaan yang tidak memiliki pengolahan limbah.

“Akibatnya, sungai-sunga maupun kawasan sekitar tambang sering terjadi pencemaran. Padahal keberadaan sungai tersebut untuk memenuhi keperluan hidup masyarakat,” tukasnya.

Bahkan juga banyak perusahaan yang tidak memilik izin analisis dampak lingkungan (Amdal). Hal itu dilakukan dengan cara mengurangi izin luas areal pertambangan, sehingga tidak diwajibkan mengajukan izin ke komisi Amdal.

“Banyak perusahaan di daerah saat mengajukan izin Amdal ditolak karena tidak memenuhi syarat. Meski begitu mereka tetap beroperasi dengan cara membagi luas areal itu, sehingga tidak diwajibkan memiliki Amdal,” urainya.

Oleh karena itu, peran badan lingkungan hidup di kabupaten sangat berperan untuk melakukan kontrol tersebut. Karena yang mengeluarkan izin tersebut adalah masing-masing kabupaten dan kota.

Hentikan Izin Tambang

Sabtu (5/6) hari ini, merupakan hari lingkungan hidup. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel meminta kepada pemerintah daerah untuk menghentikan eksploitasi sumber daya alam khususnya pertambangan. Mengingat, tambang yang ada justru membuat resah dan merusak lingkungan.

“Banyak warga yang tinggal di skeitar tambang justru ekonominya sangat miskin. Artinya keberadaan tambang itu belum memberikan jaminan kesejahteraan, melainkan kerusakan,” kata Dwitho.

Kemudian, Walhi juga meminta agar pemerintah untuk memulihkan kondisi lingkungan dari kerusakan. Seperti meminta semua perusahaan tambang untuk mentaati aturan, sehingga tidak membiarkan bekas-bekas tambang menganga tanpa adanya reklamasi.

Selain itu, meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan audit investigasi di sektor pertambangan dan kehutana di Kalsel yang dicuragi banyaknya mafia.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s