Setiap Tahun Menyusut 100 Ribu Hektar

Posted: February 8, 2011 in Berita

– Alih fungsi kawasan hutan Kalsel

BANJARMASIN, BPOST-Kepala dinas kehutanan (Dishut) Kalsel, Suhardi mengatakan, setiap tahun luas areal hutan di banua ini mengalami penyusutan sekitar 100 ribu hektar. Penyusutan tersebut, karena alih fungsi kawasan hutan untuk pertambangan dan perkebunan.

“Berdasarkan catatan setiap tahunnya berkurang sekitar 100 ribu hektar,” terangnya.

Dengan berkurangnya luasan areal lahan kehutanan tersebut secara langsung berpengaruh pada kondisi hutan secara umum. Otomatis, kondisinya sudah berubah dan tidak bisa menjadi penyangga ekosistem.

Meski begitu pihaknya tidak pernah menghambat investasi yang menggunakan lahan kehutanan tersebut, baik untuk kepentingan pertambangan maupun perkebunan. Asalkan harus mentaati aturan yang telah ditentukan seperti melakukan pengurusan izin pinjam pakai kawasan.

“Dinas kehutanan itu tidak bisa melarang orang investasi. Kalau mereka mengurus izin, kami hanya bisa merekomendasikan saja. Karena yang menentukan boleh tidaknya itu pak menteri,” urainya.

Sebelumnya, saat berada di kota Banjarmasin, Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan dengan tegas mengatakan kondisi hutan di Kalsel sebanyak 95 persen sudah rusak akibat pertambangan dan perkebunan.

Karena perusahaan yang memanfaatkan lahan kehutanan tersebut tidak mengurus dokumen izin pinjam pakai kawasan seperti yang dilakukan salah satu perusahaan tambang batu bara, Jorong Barotama Grestoe (JBG) yang akhirnya berurusan dengan Kepolisian Polda Kalsel.

Adapun luas hutan di Kalsel, imbuh Suhardi, sesuai SK menteri kehutanan (Menhut) luasnya mencapai 1,7 juta hektar. Dan diharapkan hal itu akan terus dilestarikan untuk menjadi penopang masyarakat banua ini.

Sedangkan luas lahan kritis mencapai 555,983 hektar atau sekitar 31 persendari luas areal kehutanan di Kalsel. Dari jumlah tersebut, ternyata hanya 42,399 hektar yang sudah direboisasi.

Sementara itu berdasarkan catatan Walhi Kalsel, luas wilayah Kalsel yang mencapai 3,7 juta hektar, sebanyak 1,8 juta hektar berupa areal pertambang, dengan 23 perusahaan berstatus PKP2B dan sebanyak 380 berstatus Kuasa Pertambangan (KP).

Selain areal yang sudah dikapling tambang emas hitam itu, wilayah Kalsel juga dikurangi untuk kawasan HPH seluas 261,9 ribu hektar, izin konsesi HTI seluas 383,6 ribu hektar dan pertambangan yang melakukan eksploitasi seluas 658,7 ribu hektar.

Termasuk konversi perkebunan sawit berskala besar yang memanfaatkan lahan seluas 360,8 ribu hektar, dari realisasi rencana seluas 700 ribu hektar. Sehingga jika ditotal wilayah Kalsel 3,1 juta hektar hanya diperuntukkan untuk HPH, HTI, perkebunan dan pertambangan.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s