Takut Memelihara Buaya Lagi

Posted: February 8, 2011 in Berita

– Kebun binatang Sahri Saleh dipercantik

BANJARMASIN, BPOST-Paiman (35), terus melangkahkan kakinya mengintari areal kebun binatang seluas 1,5 hektar yang berada di Jahri Saleh Banjarmasin, Minggu (20/6) pagi.

Dengan sabar, warga Sei Andai itu menghampiri setiap orang yang asyik melihat tingkah binatang piaran itu dengan menawarkan pentol dan es yang menjadi dagangan andalannya.

“Ini pentolnya asli daging dan dijamin nyaman. Atau kacang untuk memberi makan kera di ujung sana,” kata Paiman sambil mengarahkan telunjuknya ke arah kerangkeng kera.

Hampir 2 jam BPost duduk di kawasan itu, tidak lebih 15 orang yang datang untuk berlibur maupun bersantai bersama keluarga di kebun binatang itu.

Meski lokasinya berada di pedalaman kota, kondisi taman yang dikelola PKK itu sudah lebih rapi dibandingkan 4 tahun silam. Kerangkeng hewan yang ada di taman itu sudah diperbaiki.

Meski hewan yang ada di taman itu tidak selengkap dengan kebun binatang di daerah lain, namun sudah cukup untuk menjadi alternatif berlibur masyarakat kota seribu sungai. Di dalam taman itu ada beruang, bekantan, kera, aneka burung serta hewan lainnya.

Begitu juga dengan kebersihan kawasan itu sudah terawat. Sehingga nyaman untuk santai, dan memanfaatkan hari libur. Sayangnya, tidak banyak yang memanfaatkan kebun binatang tersebut untuk sekadar refreshing.

“Ya seperti ini saja mas. Orang kita ini kan lebih sennag berlibur ke mall dibandingkan ke taman seperti ini,” cetus salah seorang petugas.

Dalam waktu dekat ini, kebun binatang tersebut bakal dipercantik. Pemko Banjarmasin telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 417 untuk melakukan rehab kebun binatang tersebut.

“Insa Allah, sebentar lagi sudah mulai lelang dan langsung bisa dimulai pengerjaannya,” kata Kepala dinas pertanian dan peternakan kota Banjarmasin, Priyo Eko.

Meskipun dana tersebut jauh di bawah yang diperlukan, diharapkan bisa menambah eksotik kebun bintang tersebut. Seperti untuk pembuatan air mancur, taman mupun untuk menambah hewan khususnya burung di areal itu.

Soal hewan yang akan menjadi piaran taman tersebut, menurut Priyo, mengutamakan hewan-hewan yang ringan seperti burung. Karena mudah untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan.

“Kalau unta tidak lagi, karena yang dulu saja mati. Begitu juga buaya, karena sempat lepas dan membahayakan warga sekitar,” tukasnya.

Bahkan untuk mendukung pengelolaan taman tersebut, pihaknya juga telah mengusulkan Perda yang saat ini masih dianalisa di bagian hukum. Hal itu untuk mengatur sistem pengelolaan dan retribusi bagi warga yan datang.

“Sekarang ini pengelolaannya kurang maksimal. Diharapkan nanti kalau sudah berbentuk UPT, bisa lebih baik,” tegas Priyo.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s