Tidak Ada Anggaran Napi Rehabilitas

Posted: February 8, 2011 in Berita

– Terkait yang divonis napi narkoba

BANJARMASIN, BPOST-Longgarnya pengawasan terhadap napi narkoba yang mendapat vonis rehabilitasi di RSJ Sambang Lihum, lantaran tidak ada petugas khusus yang mengawasi keberadaan napi tersebut. Termasuk membedakan antara napi dengan pasien yang menjalani perawatan di RS tersebut.

Hal itu dikatakan Kalakhar BNP Kalsel, H Syahbani, menanggapi adanya kesan perlakuan istimewa bagi mantan wakil ketua DPRD Tanahbumbu, Irwan Hamdi dan Bobi Lesmana yang menjalani rehabilitasi di RSJ tersebut.

Karena usai divonis majelis hakim pengadilan negeri Banjarmasin, politisi Partai Hanura itu tidak langsung masuk ke RSJ tersebut. Melainkan memilih pulang terlebih dahulu.

“Memang di RSJ tersebut pengamanannya tidak seperti di Lapas. Karena penjaganya hanya Satpam saja, jadi ya susah untuk membedakan napi atau keluarga pasien,” katanya usai memimpin rapat persiapan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Sasangga Banua pemprov Kalsel.

Selain soal longgarnya pengamanan, yang dihadapi pihaknya juga belum tersedianya anggaran untuk makan sehari-hari napi yang menjalani vonis rehabilitasi tersebut.

Tak ayal, pihaknya pernah mendapatkan komplain dari pihak rumah sakit terkait biaya makan kedua napi tersebut. Karena pihak rumah sakit bingung untuk mencarikan dana makan.

“Memang disatu sisi kita dituntut segera melakukan hal itu, tapi APBN belum menyediakan anggaran untuk biaya makan napi tersebut,” tukasnya.

Meski begitu, pihaknya tetap berharap agar majelis hakim bisa menjalankan Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba, yang salah satu isinya menjatuhi vonis bagi pecandu narkoba untuk menjalani rehabilitasi.

Sekedar mengingat, vonis 1 tahun yang dijatuhkan majelis hakim kepada Irwan Hamdi dan Bob Lesmana untuk menjalani rehabilitasi tersebut, merupakan yang pertama kalinya di Kalimantan Selatan.

Sehingga, masih banyak ditemui ketimpangan dan menimbulkan kesan perlakuan istimewa. Karena, setelah divonis dia memilih pulang ke rumahnya di Batulicin Tanahbumbu.

Berbeda dengan ratusan napi narkoba lainnya. Begitu majelis hakim mengetukkan palu sidang sebagai tanda vonis, yang bersangkutan langsung dijebloskan ke Lapas Teluk Dalam Banjarmasin.

Selain harus mendekam di balik terali besi, mereka juga mendapatkan pengamanan yang ketat dari petugas Lapas. Bahkan, keluarga yang ingin menjenguk pun harus mengikuti tata tertib yang ada di Lapas tersebut.

Mneurut Kasi pemasyarakatan kantor kementrian hukum dan HAM Kalsel, Widianingrum, jumlah penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Kalsel mencapai 3 ribu orang lebih.

Sebanyak 40 persen, merupakan napi dengan kasus narkoba. Sisanya, sebanyak 60 persen merupakan napi pidana umum maupun pidana khusus seperti korupsi.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s