2011 Mulai Pembangunan Flyover

Posted: February 12, 2011 in Berita

– Memecah kemacetan arus lalulintas

– Terkait pembangunan kota metropolitan

BANJARMASIN, BPOST-Rencana pembangunan jalan layang (flyover) di kota Banjarmasin untuk memecah kemacetan arus, sebentar lagi mendekati kenyataan. Dipastikan, awal tahun 2011 sudah mulai melakukan pengerjaan pembangunan tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala dinas pekerjaan umum (PU) Kalsel, HM Arsyadi. Menurutnya, rencana tersebut sudah masuk dalam pembahasan final Musrenbangnas di Jakarta beberapa waktu lalu. Sehingga, anggaran pembangunan pun otomatis langsung masuk dalam APBN.

“Dalam Musrenbangnas sudah dibahas dan masuk prioritas. Biasanya, langsung masuk rencana penganggaran sekalian. Karena pembangunan itu murni bersumber dari APBN,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pertengahan tahun ini tim dari Dirjen bina marga kementrian pekerjaan umum sudah melakukan survey lokasi pembangunan tersebut.

Sesuai rencana, lokasi pembangunan itu di Jalan A Yani Km2 dekat persimpangan Kuripan hingga Km5, yang panjangnya sekitar 3 kilometer membentang jalan menuju luar kota.

“Jalan layang itu untuk memecah kemacetan di persimpangan Kuripan dan Gatot Subroto yang sudah tidak bisa ditangani lagi,” urainya.

Keberadaan jalan layang itu sangat penting. Selain untuk menunjang penetapan kota metropolitan, juga untuk mengurangi kepadatan arus lalulintas di kota seribu sungai ini sangat macet khususnya saat warga berangkat ke kantor yakni sekitar pukul 7 pagi.

Dari pantauan BPost, beberapa ruas jalan seperti di Jalan Hasan Basry tepatnya di Jembatan Pangeran setiap pagi terjadi kemacetan kendaraan bermotor yang panjangnya berkisar antara 500 meter hingga 1 kilometer.

Begitu juga di kawasan Jalan A Yani Km2 tepatnya di Simpang Tiga Kuripan. Pemandangan serupa juga terlihat di simpang empat Gatot Subroto. Deretan panjang kendaraan bermotor, menghiasi kawasan tersebut setiap pagi.

Sementara, ruas jalan tidak mengalami perkembangan. Sebaliknya, jumlah kendaraan bermotor, terus mengalami peningkatan seiring makin mudahnya untuk mendapatkan kendaraan tersebut, melalui layanan ringan yang dipersembahkan masing-masing dealer.

Berdasarkan hasil penilitian dinas perhubungan (Dishub) kota Banjarmasin, status kepadatan lalulintas di kota ini tergolong memprihatinkan atau masuk kategoi E alias macet sekali.

Karena volume lalulintas di kota ini mencapai 6.734 smp (satuan model penumpang), dengan volume jalan berkisar antara 7 hingga 8. Sedangkan kapasitas mencapai 0,93 dengan daya tampung mencapai 7.528.

Sekedar mengingat, awal 2010 lalu kota Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Tanahlaut dan Batola ditelah ditetapkan sebagai kota 8 yang menyandang status kota metropolitan.

Dengan status tersebut, pembangunan yang ada di daerah tersebut akan lebih terarah dan bersinergi. Artinya bakal ada pembagian wilayah pembangunan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing daerah.

“Banjarmasin akan menjadi pusat jasa dan pariwisata. Pendidikan terpusat di Banjarbaru, perusahaan bergeser ke Batola dan pertanian serta perkebunan ke Martapura dan Tanahlaut,” kata Kepala dinas PU kota Banjarmasin, Fajar Desira.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s