34.525 Rumah Terendam Banjir

Posted: February 12, 2011 in Berita

– 3 ribu hektar sawah gagal panen

BANJARMASIN, BPOST-Banjir yang melanda beberapa daerah di Kalsel sejak awal Januari hingga saat ini telah merendam 34.525 rumah yang berada di 10 kabupaten di banua ini. Sehingga, sebanyak 36 ribu kepala keluarga dan 142 ribu jiwa lebih terpaksa kesulitan tempat tinggal.

Karena rumah mereka terendam air dengan ketinggian berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter di dalam rumah. Tak ayal, banyak warga yang terpaksa harus tidur di atas papan kayu untuk mengantisipasi genangan tersebut.

Data tersebut terungkap saat rapat evaluasi penanggulangan bencana yang digelar badan penanggulangan bencana pemprov Kalsel, dengan seluruh badan penanggulangan bencana kabupaten se-Kalsel, Senin (10/5) pagi. Dari wilayah tersebut yang tidak terendam hanya wilayah kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Batola.

“Genangan air yang terjadi di wilayah Kalsel ini mendapat tanggapan beragam dari warga seperti biasa saja lantaran setiap tahun terjadi,” ujar Kepala badan penanggulangan bencana Kalsel, Zainal Ariffin.

Bahkan, ada beberapa warga justru senang dengan genangan tersebut. Karena mereka bisa tetap melaksanakan aktifitas ehari-hari seperti menangkap ikan sepat cukup di rumah saja.

“Bayangkan, ikan sepat itu justru kumpul di bawah rumah. Sehingga warga enak menangkapnya, makanya banjir disini dianggap menyenangkan,” tukasnya.

Memang kondisi banjir yang melanda 10 kabupaten tersebut, tidak seperti daerah lain seperti air yang mengalir deras dan bisa menyeret pohon, bangunan maupun warga.

Di daerah tersebut, banjir lebih disebabkan permukaan air itu naik sehingga menimbulkan genangan. Karena daerah aliran sungai (DAS) yang ada di sekitar daerah tersebut, tidak mampu lagi menampung luberan air.

Selain merendam rumah, banjir yang merendam 466 desa itu juga merendam 199 sekolahan, sebanyak 47 masjid, 140 mushala dan sebanyak 25 puskesmas dan pustu terendam banjir.

Disinggung bantuan kepada masyarakat, menurut Zainal sudah dikirim baik dari provinsi maupun dari kabupaten setempat. Sehingga, tidak ada warga yang kelaparan karena kesulitan mendapatkan bahan makanan.

“Selain bantuan berupa beras maupun selimut, warga yang rumahnya rawan langsung diungsikan ke tempat yang lebih tinggi,” urainya.

3 Ribu Hektar

Selain ribuan rumah yang terendam, banjir yang melanda beberapa daerah tersebut juga merendam lahan pertanian. Sebanyak 14.990 hektar sawah yang sudah ditanami padi terendam, dan sebanyak 3.448 hektar dinyatakan gagal panen (puso).

Meski banyak sawah yang terendam air, menurut Kepala dinas pertanian Kalsel Sriono, tidak mengancam terjadinya kelangkaan bahan makanan khususnya beras.

“Stok beras juga masih banyak, dan hal itu bisa cepat diatasi dengan menanam kembali,” jelasnya.

Untuk segera melakukan penanaman tersebut, pihaknya sedang mengusulkan bantuan kepada pemerintah pusat pengadaan benih kepada petani. Dengan begitu, ancaman keangkaan bisa diatasi.

Disinggung mengenai kenaikan harga beras, menurut Sriono juga belum ada tanda-tanda. Karena sebagian daerah baru saja musim panen, dan stok padi masih cukup tersedia.

Adapun daerah yang terendam tersebut meliputi wilayah kecamatan Kusan Hulu, Kusan Hilir dan kecamatan Batulicin. Kemudian, di wilayah kabupaten Banjar tepatnya di kecamatan Astambul, kabupaten Balangan di wilayah Halong, Juai dan di Lampihong Batola seluas 4 hektar.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jumlah areal pertanian di Kalsel saat ini mencapai 490 ribu hektar yang tersebar di berbagai daerah di Kalsel.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s