Bocah Cacat Wajib Sekolah

Posted: February 12, 2011 in Sosial

– 2014 semua bocah cacat sekolah

BANJAMASIN, BPOST-Perhatian bagi orangtua yang memiliki anak cacat, harus memasukkan anaknya ke sekolah berkebutuhan khusus alias sekolah luar biasa (SLB). Diharapkan tahun 2014, semua anak cacat di kota Banjarmasin tidak ada lagi yang tidak mengenyam pendidikan.

Hal itu dikatakan Kepala dinas pendidikan kota Banjarmasin, Nor Ipansyah. Menurutnya, keinginan tersebut lantaran banyak orangtua yang memiliki anak cacat belum memahami pentingnya pendidikan kepada buah hatinya. Bahkan, orangtua terkesan minder memiliki anak cacat.

Padahal, imbuh Ipansyah, pemko telah menyediakan sekolah bagi anak cacat tersebut. Baik yang berupa SLB maupun sekolah umum, yang memiliki kekhususan dalam memberiklan pendidikan bagi anak yang cacat tersebut.

“Sebenarnya, orangtua mana yang mau anaknya cacat. Tapi bagaimanapun juga, anak itu harus mendapat pendidikan. Karena ada sekolah khusus yang menampung mereka,” katanya.

Sekolah berkebutuhan khusus seperti di SLB Dharma Wanita di Jalan Dharma Praja masih kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat. Di sekolah yang memiliki tingkatan mulai TK hingga SMALB itu, siswanya sangat sedikit.

Apalagi, di 2 sekolah yang disediakan secara khusus oleh Disdik di SDN Banua Anyar 8 dan di SMPN 10 Banjarmasin. Meski sudah bertahun-tahun membuka kelas khusus bagi anak penyandang cacat, namun belum ada siswanya.

Padahal, berdasarkan penelitian dan penelusuran tim pengajar sekolah luar biasa (SLB) Dharma Wanita Kalsel tahun 2009 lalu, di kota Banjarmasin ini terdapat 374 anak berkebutuhan khusus namun tidak masuk sekolah.

Mereka dibiarkan orangtuanya di rumah saja. Mulai faktor malu diketahui orang lain, hingga tidak mengetahui kalau ada sekolahan khusus bagi anak cacat di kota seribu sungai ini.

“Dari hasil penelitian itu menyebutkan, mayoritas orangtua malu diketahui orang lain jika anaknya itu cacat. Baik cacat mental maupun fisik,” ujar Kepala SMALB Dharma Wanita, Subagya.

Meski anak tersebut cacat, tetap harus mendapatkan pendidikan. Karena dengan pendidikan itu, minimal mengurangi ketergantungan terhadap orang lain. Artinya, anak itu akan mandiri dan mampu memenuhi keperluannya sendiri.

Masih menurut Nor Ipansyah, pihaknya menargetkan tahun 2014 nanti hampir semua anak cacat yang ada di kota Banjarmasin ini sudah mendapatkan pelayanan pendidikan.

Dengan begitu, pihaknya bersama jajara dinas pendidikan di tingkat kecamatan akan melakukan pendataan kepada masyarakat yang memiliki anak cacat, agar dimasukkan sekolah.

“Kalau ke SLB negeri seperti di Pelambuhan tanpa dipungut biaya. Kalau swasta ya harus membayar,” tukasnya.

Siap Sekolah

Sementara itu, Nurudin salah satu warga Pelambuhan siap memasukkan anaknya ke sekolah saat tahun pelajaran baru nanti. Selama ini, buah hatinya yang mengalami keterbelakangan mental dibiarkan di rumah saja.

Bapak empat ini berfikir, jika memasukkan anaknya ke sekolah akan menganggu siswa lainnya. Karena, buah hatinya sangat rewel dan suka memukul anak yang sebayanya.

“Kami khawatir justru mengganggu siswa lainnya, karena sangat rewel. Di rumah saja sering merusak perabot,” terangnya.

Padahal, anaknya tersebut seharusnya sudah duduk di bangku SD kelas 3. Namun, sampai saat ini hanya di rumah saja dan mendapatkan pelayanan dari orangtua.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s