Bocah Penderita Saluran Empedu

Posted: February 12, 2011 in Sosial

“Kondisi Citra Mirip Bilqis”

SUARA tangis bayi yang terdengar dari rumah bedakan berkuran sekitar 3×5 meter di Gang XX Keluarahan Telaga Biru itu, langsung memecah keheningan.

Bayi yang diketahui bernama Citra Suci Akrama (1 tahun) itu, tangisnya semakin lama bertambah keras. Dia tergolek lemah di lantai rumahnya yang terbuat dari papan kayu, yang sebagian besar sudah mulai keropos karena dimakan usia.

Sementara, ibunya Sri Rahayu hanya bisa berusaha menenangkan buah hatinya dengan membujuknya. Sayangnya, upayanya tidak membuahkan hasil dan justru tangis bayi itu bertambah keras.

Kondisi anak pasangan Mohammad Zaini dan Sri Rahayu itu sangat memprihatinkan. Meksi sudah berumur 1 tahun, kondisi tubuh bocah itu tetap mungil seperti anak yang usianya beberapa bulan.

Ukuran kedua kakinya yang dibalut kulitnya yang hitam itu seperti kedua lengannya. Anehnya, perut bocah itu justru lebih besar sehigga terlihat membuncit.

Selain itu, kelopak matanya terlihat cekung dan menimbulkan warna kekuning-kuningan seperti yang dialami salah seorang bocah bernama Bilqis. Sehingga, tidak tercermin kondisi bocah itu sehat layaknya anak seusianya.

Kondisi memprihatinkan tersebut, dialami anak semata wayang Sri Rahayu sejak umur 12 hari. Peristiwa itu berawal, terjadinya pendarahan di bagian pusarnya hingga memaksa bocah itu masuk Instalsi Care Unit (ICU) RSUD Ulin Banjarmasin.

Lantaran keterbasatan biaya, sehingga Sri Rahayu dan suaminya Mohammad Zaini yang hanya berprofesi sebagai sopir bajai itu, harus rela membawa pulang sanga buah hati.

“Penghasilan suami kami hanya pas-pasan saja, hanya cukup untuk makan sehari-hari saja sudah untung. Makanya belum sembuh, Citra sudah kami bawa pulang,” ucapnya dengan nada terbata-bata.

Untuk melanjutkan perawatan sang buah hati, dirinya melakukan pewatan jalan. Artinya hanya membeli obat yang disarankan dokter sebesar Rp 200 ribu setiap bulan.

Sri Rahayu yang hanya sebagai ibu rumah tangga, berharap bantuan dari para dermawan. Termasuk pemko Banjarmasin, untuk melanjutkan pengobatan buah hatinya itu.

“Pian tahu sendiri, penghasilan suami saya hanya cukup untuk makan saja. Uang dari mana lagi, untuk menebus obat Citra,” keluhnya.

Sementara itu, menurut Plh Kepala dinas kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin dr H Sasono, bocah tersebut mengalami gangguan penyumbatan di bagian saluran empedu. Akibatnya, proses pertumbuhan bocah tersebut tidak normal dan perutnya buncit.

“Bagian saluran empedunya tersumbat, sehingga pertumbuhannya tidak normal seperti layaknya bocah lain,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bocah tersebut akan terus mendapatkan perawatan karena sudah terakomodir dalam Jamkesda yang sebagian pengobatan itu digratiskan.

Hal senada dikatakan Wali Kota Yudhi Wahyuni. Selain memberikan bantuan, dia meminta kepada dinas kesehatan dan Puskesmas setempat untuk mengontrol secara rutin perkembangan bocah tersebut.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s