Disnakertrans Bakal “Sweeping” TKA

Posted: February 12, 2011 in Berita

– Melakukan pendataan dan pengawasan

– Mengantisipasi TKA illegal

BANJARMASIN, BPOST-Kerusuhan yang terjadi di Batam menjadi pelajaran berharga bagi dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Disnakertran) Kalsel. Mereka bakal melakukan pendataan ulang terhadap tenaga kerja asing (TKA) yang berada di Kalsel.

Selain untuk mengantisipasi adanya TKA illegal yang mengais rezeki di daerah ini, juga untuk menjaga timbulnya kesenjangan antara tenaga kerja dengan tenaga yang berasal dari luar negeri tersebut.

“Pendataan ulang itu untuk mengecek dokumen mereka, biar tidak terjadi penyalahgunaan dokumen yang berakibat pada TKA illegal,” kata Kepala Disnakertrans Kalsel, Kurdiansyah saat ditemui di Balai Kota, Jumat (14/5) pagi.

Ditanya adanya TKA illegal, menurutnya sampai saat ini belum pernah. Karena, kehadiran mereka yang mayoritas bekerja pada perusahaan tambang itu sudah mengantongi izin dan dokumen resmi dari pihak imigrasi yang diurus perusahaan yang bersangkutan.

Termasuk selama ini tidak ada gejolak dalam lingkungan perusahaan. Karena, para TKA tersebut rata-rata merupakan tenaga teknis yang keahliannya tidak dimiliki para tenaga lokal.

“Mayoritas para teknisi yang keahliannya tidak dimiliki tenaga lokal. Makanya tidak terlalu menimbulkan masalah,” tegasnya.

Apalagi, imbuh Kurdiansyah, tenaga kerja asing yang ada di Kalsel jumlahnya hanya sekitar 200 orang saja, yang banyak berada di kabupaten Tabalong, Kotabar dan Tanahbumbu yang merupakan kawasan pertambangan batu bara.

Disnakertran mengakui pengawasan terhadap TKA tersebut kurang maksimal, dengan alasan minimnya tenaga pengawas yang jumlahnya sekitar 40 orang saja.

Sedangkan perusahaan yang harus diawasi, jumlahnya 5 ribu perusahaan baik yang bergerak dalam bidang pertambangan, perkebunan seperti sawit, karet maupun perusahaan perkayuan.

“Tenaga pengawas kami tidak sebanding dengan objek yang harus diawasi. Namun, pertugas tetap menjalankan tugasnya untuk memantau perusahaan termasuk keberadaan TKA itu,” terangnya.

115 Ribu Pengangguran

Sementara itu, jumlah pengangguran yang ada di wilayah Kalsel hingga saat ini mencapai 115 ribu orang. Jumlah tersebut tersebar di 13 kabupaten dan kota di Kalsel.

Namun, yang paling banyak memberikan andil jumlah pengangguran tersebut berasa dari wilayah kota Banjarmasin yang menjadi 25 persen dari jumlah keseluruhan pengangguran tersebut.

“Yang paling banyak ya di Banjarmasin, sekitar 31 ribu orang. Karena di kota ini merupakan tujuan utama masyarakat,” ujar Kurdiansyah.

Hal senada dikatakan Kepala Dinsosnakertran kota Banjarmasin, Syamsul Rizal. Ledakan jumlah pengangguran di kota seribu sungai itu lantaran ada 3 perusahaan kayu yang menghentikan operasional.

“Gara-garanya 3 perusahaan kayu yang ada di kota Banjarmasin berhenti operasi. Makanya jumlah pengangguran langsung keningkat tajam,” terangnya.

Untuk mengurangi jumlah pengangguran tersebut, pihaknya terus memberikan pembekalan ketrampilan. Dengan harapan, mereka bisa melanjutkan aktifitas seperti di sektor pertanian maupun industri rumah tangga.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s