Industri Plywood Tambah Pengangguran

Posted: February 12, 2011 in Sosial

BANJARMASIN, BPOST-Gulung tikarnya sejumlah perusahaan kayu lapis atau plywood yang ada di Kalsel, menambah jumlah angka pengangguran di banua ini. Berdasarkan data dinas tenaga kerja dan transmigrasi, jumlah pengangguran saat ini mencapai 114 ribu orang.

Jumlah tersebut merupakan lonjakan akibat goncangan krisis global yang menerpa Indonesia beberapa tahun silam, yang berampak pada banyak tutupnya perusahaan yang ada di daerah ini.

“Itu lonjakan dari jumlah sebelumnya yang tidak sampai 100 ribu. Karena banyak perusahaan kebun maupun plywood yang tutup, maka ada PHK yang menambah jumlah pengangguran itu,” ujar Kepala Disnakertrans Kalsel, Kurdiansyah.

Selain itu, juga akibat berkurangnya produksi sejumlah perusahaan. Sehingga, untuk efisiensi keuangan mereka juga melakukan pengurangan karyawan baik di rumahkan maupun langsung pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dari jumlah pengangguran tersebut, lanjut Kurdiansyah, lebih banyak dipasok dari wilayah kota Banjarmasin sekitar 25 persen atau sekitar 31 ribu orang.

Hal senada dikatakan Kepala dinas sosial dan tenaga kerja kota Banjarmasin, Syamsul Rizal. Menurutnya, ledakan jumlah pengangguran itu dipasok karena tiga perusahaan plywood yang ada di Banjarmasin menghentikan produksi. Seperti Gunung Meranti Raya Plywood, Hendratna dan Australbina.

“Tiga perusahaan itu kan tutup akibat kurangnya pasokan bahan baku, dan sudah berkurangnya permintaan. Sehingga tidak imbang lagi antara biaya produksi dengan yang dihasilkan,” terangnya.

Lebuh lanjut dia mengatakan, para warga yang kehilangan pekerjaannya itu mayoritas adalah warga pendatang. Meski begitu, pihaknya tetap berupaya untuk tetap mencarikan lapangan pekerjaan baru.

Salah satu rencana yang akan dilakukan adalah di bidang pertanian khususnya di wilayah Banjarmasin Timur, untuk mengerjakan lahan-lahan kosong yang ada di wilayah tersebut.

“Pemberian pelatihan ketrampilan itu, untuk menunjang upaya tersebut agar mereka tidak terlalu lama mencari pekerjaan dan menjadi pengangguran,” urainya.

Dari pantauan BPost di sejumlah perusahaan plywood yang ada di kota Banjarmasin saat ini tinggal bangunan kosong. Seperti yang terihat di PT Australbina yang berada di Mantuil. Sejumlah alat berat, terlihat teronggok di pinggir bantaran Sungai Barito.

Kemudian pos-pos penjagaan yang ada di perusahaan tersebut, sebagian tinggal rangka. Karena sudah lama dibiarkan kosong dan tidak dimanfaatkan.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s