Lomba Mewarna Hari Lingkungan se-Dunia

Posted: February 12, 2011 in Berita

“Orangtua pun Ikut Kerepotan Mewarna”

HAMPARAN rumput hutan kota kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadien yang basah karena guyuran hujan, tidak menyurutkan semangat sekitar 400 siswa SD dan TK yang mengikuti lomba mewarna dan melukis, Minggu (30/5) pagi. Mereka terlihat asyik dan serius mengikuti perlombaan tersebut.

Karina (9), salah satunya. Siswi SD di kota Banjarmasin, terlihat tidak ambil pusing dengan kondisi tersebut. Menggunakan plastik yang dilapisi kertas koran, dia duduk bersila menghadap meja kecil yang berada di depan.

Kedua bola matanya terus tertuju pada hamparan kertas karton warna putih yang berada di atas meja. Sementara, tangan kanannya tidak henti-hentinya menorehkan pensil warna ke gambar jukung, pohon dan gunung yang masih berupa goresan warna hitam itu.

Dalam hitungan menit, hamparan kertas warna putih itu sudah berubah menjadi warna-warni. Beragam gambar tentang kondisi lingkungan, memenuhi kertas karton tersebut.

Berbeda dengan Rinawati (4), peserta lomba mewarna lainnya. Murid salah satu taman kanak-kanak (TK) di Banjarmasin itu, terus merengek minta ditemani ibunya.

Saat ibunya berusaha meninggalkan areal lomba tersebut, dia langsung menangis sesenggukan meninggalkan tempat duduk dan seperangkat peralatan mewarnanya.

Dia mengaku takut jika ditinggal sendirian. Tak ayal, ibunya pun terpaksa menunggu di samping buah hatinya yang sedang konsentrasi memberikan warna pada kertas gambaran tersebut.

Sesekali, dia terlihat membantu menyempurnakan arsiran pensil warna anaknya yang terlihat tidak rata. Dengan harapan, hasil warna anaknya itu bagus.

“Maklum anak kecil mas, jadi warnanya tidak sempurna seperti orang dewasa,” cetusnya.

Sementara itu, lomba mewarna yang digelar Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalsel dalam rangka memperingati hari lingkngan hidup se-Dunia yang jatuh 5 Juni nanti, diikuti sekitar 400 peserta tingkat SD dan TK se-Kalsel.

Lokasi lomba tersebut sengaja dipilih di alam terbuka, dengan harapan memberikan inspirasi kepada para peserta yang masih berusia anak-anak untuk mencintai lingkungan.

“Mereka biar mengerti, kalau di lingkungan sekitarnya banyak tanaman maka udara jadi sejuk. Tidak perlu tenda untuk menahan panas, seperti sekarang ini,” kata kepala BLHD Kalsel, Rakhmadi Kurdi.

Begitu juga dengan para orangtua yang mengantarkan anaknya mengikuti lomba tersebut, bisa langsung merasakan sejuknya udara jika banyak tanaman di sekitarnya.

“Apalagi di kota ini sudah jarang tumbuh pohon. Padahal, selain bisa menyerap polusi juga meneduhkan kota,” tukasnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s