Memberi Stick Golf Terancam Suap

Posted: February 12, 2011 in Berita

– Pelaporan gratifikasi selama 30 hari

BANJARMASIN, BPOST-Perhatian bagi para pejabat yang senang bermain golf. Karena, permaianan mahal itu sangat rawan terjadinya gratifikasi yang bisa menyeret menjadi persoalan suap yang menjadi incaran aparat pemberantasan korupsi dan kolusi.

Hal itu dikatakan Direktur gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ari Nabeta Kaban, saat memberikan sosialisasi kepada para kepala dinas, biro dan badan di lingkungan pemprov Kalsel, Selasa (4/5). Menurutnya, para pejabat sering kali tidak merasa apa yang dilakukan tersebut sangat rawan terjadinya persoalan hukum.

“Saat ini main golf itu memang menjadi trend para pejabat negara, maupu pengusaha meski biayanya cukup mahal. Dengan kemahalan itulah, kelompok permainan itu sering menjadi incaran petugas,” terangnya.

 

Lantas dia mencontohkan, upaya pemberian stick golf yang dilakukan salah seorang pengusaha kepada pejabat. Meski tidak secara terang-terangan meminta imbalan, hal itu sudah masuk kategori gratifikasi.

Sehingga,, jika dalam waktu 30 hari tidak dilaporkan kepada pejabat KPK baik melalui laporan tulisan maupun lisan, maka peristiwa itu bisa masuk menjadi persoalan suap.

“Oleh karena itu, jika tidak ingin menjadi masalah dikemudian hari silakan semua pemberian itu dilaporkan. Termasuk hasil sumbangan pernikahan pejabat juga sebaiknya disampaikan ke KPK,” tandasnya.

Masih menurut Ari, permainan golf itu rawan terjadi gratifikais dan suap karena biaya untuk bisa menikmati mainan tersebut harus merogoh kocek yang cukup besar.

Selain untuk membeli peralatan seperti stick maupun tasnya, juga untuk menjadi member atau anggota salah satu perkumpulan golf sebesar Rp 250 juta per tahun.

Selain itu yangpaling rawan terjadinya tindak pidana tersebut, adala bagian petugas pengadaan barang dan jasa. Karena sangat terbuka lebar kesempatan untuk melakukan penyimpangan, dengan melakukan pendekatan agar dimenangkan proyek tertentu.

“Kalau hanya setingkat kepala dinas saja, dari pada mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk main golf kan lebih baik untuk mencukupi keperluan sehari-hari. Akhirnya, banyak oknum-oknum yang memanfaatkan hal itu untuk mencari keuntungan meski melanggar hukum,” urainya.

Hal senada dikatakan petugas lain dari KPK, Ari Purgowo. Prinsip gratifikasi yang dilakukan seseorang tersebut hanya menanamkan jasa terlebih dahulu kepada para pejabat, untuk mendapatkan sesuai dikemudian hari seperti proyek maupun lelang.

“Kalau ditanya pasti menjawabnya tidak ada maksud apa-apa. Karena prinsip gratifikasi itu menanam jasa lebih dulu,” urainya.

Oleh karena itu, pinta dia, para pemegang dan pengelola anggaran untuk waspada jika ada pihak-pihak yang memberikan sesuatu sdalam bentuk apapun, seperti parcel, stick golf maupun penginapan atau pelayanan lainnya.

Diharapkan segera dilaporkan kepada petugas, biar tidak menjadi persoalan suap yang bisa diseret ke pengadilan. Karena dengan dilaporkan tersebut, akan menjadi catatan dan evaluasi petugas KPK.

Sementara itu, Sekdaprov Kalsel HM Muchlis Gafuri mengatakan sosialisasi tersebut perlu dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai persoalan gratifikasi maupun suap kepada jajarannya.

Dimaksudkan, para pejabat itu tidak tahu kalau yang dilakukan tersebut menyalahi aturan. Bahkan, mereka tahu kalau itu salah setelah kesandung masalah dan mencuat di publik.

“Kami tidak ingin para pejabat di lingkungan pemprov tahu jika yang dilakukan itu salah setelah diseret ke pengadilan atau saat menjalani pemeriksaan. Itu sudah terlambat dan tidak kenal ampun lagi,” tandasnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s