Mengintip UASBN Siswa SDLB

Posted: February 12, 2011 in Berita

“Orangtua pun Jadi Ikut Ujian”

PAPAN tulis berukuran sekitar 50×100 sentimeter yang bertuliskan ‘harap tenang ada UASBN’, terlihat jelas di pintu masuk kawasan sekolah luara biasa (SLB) di Jalan Dharma Praja Banjarmasin.

Meski ada ‘rambu-rambu’ tersebut, beberapa ibu-ibu paro baya tetap teihat asyik ngerumpi di teras depan kelas yang digunakan para siswa SDLB mengikuti UASBN dan UAS tersebut.

Dengan sabar mereka tetap menunggu buah hatinya yang sedang berjuang keras mengerjakan soal ujian, hingga para siswa berkebutuhan khusus alias cacat itu keluar ruangan.

“Yang ujian tidak hanya anaknya saja mas, orangtunya juga ikut ujian,” cetus salah seorang ibu.

Ya, itulah gambaran pelaksanaan UASBN dan UAS di SDLB Dharma Wanita di Jalan Dharma Praja Banjarmasin. Para orangtua, memberikan semangat para buah hatinya yang sedang mengikuti ujian itu dengan menunggu hingga ujian rampung.

Mohammad Ali, salah satu siswa SDLB dengan serius memelototi soal ujian matematika yang ada di hadapannya. Sesekali, bocah penyandang tuna grahita itu melirik ke arah rekannya yang duduk di bangku sebelahnya sambil tersenyum.

Begitu juga dengan lima siswa lainnya. Mereka terlihat serius, menggerakan pensil untuk mengerjakan soal ujian sebagai penentu kelulusan tersebut.

Di ruangan berukuran sekitar 3×5 meter, sebanyak 6 siswa SDLB tuna grahita atau cacat mental, mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) di sekolah tersebut. Mereka tidak mengikuti UASBN karena, mental mereka lebih rendah dibandingkan anak lainnya.

Pemandangan serupa juga terlihat di ruangan sebelahnya, sebanyak 7 siswa SDLB yang menyandang tuna rungu wicara mengikuti UASBN, seperti siswa SD lainnya.

“Kalau tuna runggu wicara ya mengikuti UASBN, seperti siswa SD lainnya. Karena kecacatan mereka hanya dalam hal pendengaran dan bicara saja,” terang Kepala SDLB Dharma Wanita kota Banjarmasin, Daryono.

Mekanisme pendistribusian soal ujian juga seperti sekolah lainnya. Artinya, setiap pukul 06.00 Wita, dirinya mengambil naskah soal ujian tersebut di kantor polisi.

Bahkan, salah seorang petugas dari satuan reserse dan kriminal (Reskrim) Poltabes Banjarmasin, juga terus berjaga-jaga dan mengawasi pelaksanaan ujian tersebut hingga rampung.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s