Pedagang Ayam Keberatan Pindah

Posted: February 12, 2011 in Berita

– Harus mengeluarkan ongkos lagi

– Rumah potong hewan terpusat di Mantuil

BANJARMASIN, BPOST-Rencana pemko Banjarmasin bakal memusatkan rumah potong hewan di wilayah Mantuil, bakal menemui kendala. Para pedagang ayam potong di kawasan Pasar BIM, mengaku keberatan ‘angkat kaki’ ke lokasi yang disediakan pemko meskipun hanya sebagai tempat pemotongan saja.

Menurut mereka, jika pemotongan tersebut dilakukan di luar pasar maka para pedagang harus mengeluarkan ongkos kembali untuk pengangkutan ayam yang telah dibersihkan ke lokasi penjualan.

“Kami tetap saja mengeluarkan ongkos tambahan untuk mengangkut ayam yang telah dipotong untuk dibawa ke pasar,” terang salah seorang pedagang, Hamdan.

Selama ini, para pedagang memotong maupun membersihkan ayam hingga menjual berada di lokasi tersebut. Menurutnya, selain menghemat biaya pengeluaran juga untuk efisien.

“Selama ini para pedagang bisa menghemat dengan menekan biaya pengeluaran. Karena ayam begitu datang ya langsung ke pasar dan disembilih ya di tempat itu,” tukasnya.

Meskipun sebagian pedagang ayam sudah mulai pikir-pikir untuk menerima tawaran pemko Banjarmasin tersebut. Karena selama ini, mereka menganggap, pemindahan tersebut dilakukan secara total. Mulai dari penyembelihan maupun tempat jualan.

Ternyata, pemindahan yang direncakan pemko awal Juli itu tersebut hanya tempat pemotongan dan pembersihan saja. Dengan harapan, tempat jualan ayam tersebut biar lebih bersih dan tidak menimbulkan aroma tak sedap.

Sementara itu, Kepala dinas pertanian dan peternakan kota Banjarmasin Priyo Eko mengatakan, pemindahan pemotongan tersebut ke kawasan kantornya dengan tujuan untuk lebih menjaga kebersihan barang dagangan tersebut.

Apalagi, selama ini yang sudah memanfaatkan rumah potong hewan (RPH) tersebut masih untuk penyembelihan sapi saja. Sedangkan untuk pemotongan hewan, masih dilakukan secara terpisah oleh masing-masing pedagang.

“Harapan pemerintah itu biar lokasi jualan ayam itu bersih jika pemotongan dan pembersihannya dilakukan di tempat lain. Sekaligus, rencananya smeua rumah potong itu dipusatkan di tempat itu,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk mendukung rencana pemindahan tersebut pihaknya telah menyiapkan peralatan penyembelihan dan pencabutan bulu ayam sebanyak 16 unit.

Setiap mesin, memiliki kemmampuan untuk membersihakn bulu tersebut sebanyak 10 sampai 16 ekor setiap menitnya. Hal itu untuk mempercepat penyembelihan dan pembersihan ayam tersebut.

Adapun jumlah peredaran ayam di kota Banjarmasin setiap harinya mencapai 4 ribu ekor, yang dikelola sebanyak 27 pedagang besar dan ratusan pengecer.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s