Pelestarian Budaya Leluhur

Posted: February 12, 2011 in Budaya

“Pertahankan Ornamen Banjar Kombinasi Cina”

BANJARMASIN, BPOST-Rencana kota Banjarmasin yang ingin menjadi kota jasa dan pariwisata, seiring disandangnya status kota metropolitan yang kedelapan di Indonesia terus dilakukan. Salah satunya mempercantik sungai Martapura yang menjadi icon kota ini, dengan pembangunan waterfront city.

Bahkan, Senin (3/5) kemarin pemko Banjarmasin secara khusus menggelar acara bertajuk urun rembug bersama budayawan dan dewan kesenian daerah untuk memikirkan rencana pelestarian warisan leluhur berupa dua rumah yang dibangun 1925 yang berada di Jalan Piere Tendean Banjarmasin.

Hadir dalam acara tersebut, Samsiar Seman, Suriansah, Irhamna, Mugni dan HG Rusdi Efendi selaku pengurus dewan kesenian daerah Kalsel serta dari jajaran badan arkeologi Kalsel.

Dalam penjelasannya, Samsiar Seman sangat mendukung rencana pemko Banjarmasin yang ingin melestarikan warisan budaya leluhur tersebut. Karena, keberadaan bangunan itu sangat penting untuk menjadi bukti kebudayaan khas Banjar tersebut.

“Rumah itu sangat pas jika harus dilestarikan, selain bentuknya sesuai rumah adat Banjar letaknya juga di pinggir sungai,” katanya.

Hanya saja, imbuh dia, jika dikatakan cagar budaya kurang sesuai. Mengingat, rumah tersebut dibangunan tahun 1925 dan kurang memenuhi syarat sebagai cagar budaya yang ditetapkan peraturan.

Hal senada dikatakan Kepala badan arkeologi Kalsel, Vida Pervaya Rusianti. Menurutnya, jika dua rumah kuno tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya bakal melalui tahapan dan proses yang cukup panjang.

“Karena yang menetapkan itu presiden, otomatis sangat lama waktunya,” terangnya.

Bagi dia, bangunan tersebut cukup sebagai bagian dari warisan budaya leluhur yang nilainya tidak kalah dengan cagar budaya. Karena, kedua bangunan itu menggambarkan perkembangan rumah adat di tepian sungai yang dipadukan dengan khas Cina.

Sementara itu, menurut Kepala dinas pekerjaan umum (PU) Fajar Desira, rencana tersebut sudah disiapkan secara matang. Artinya, desain untuk perbaikan bangunan itu juga disiapkan yang sekaligus untuk mendukung keberadaan siring yang sedang dibangun itu.

“Ini sebagai start kota Banjarmasin yang akan beralih menjadi kota jasa dan pariwisata. Karenadesain pengembangan kota metropolitan, sebentar lagi sudah dilakukan,” tukasnya.

Koin Peduli

Sementara itu menurut HG Rusdi Effendi AR, pihaknya sangat mendukung rencana tersebut dengan catatan pemko Banjarmasin harus serius berupaya merealisasikan hal tersebut.

Karena, rencana tersebut sudah dilakukan sejak beberapa periode silam yang diawali dengan rencana pembangunan Banjarmasin Park yang berada di pinggiran Sungai Martapura tersebut.

“Asalkan serius akan kami dukung. Karena kami tidak ingin kalau hanya pertemuan dan membahas konsep saja. Malah bikin susah,” katanya.

Bahkan, pemimpin umum Banjarmasin Post itu siap turun ‘gunung’ jika pemko Banjarmasin kesulitan dana untuk mewujudkan pelestarian warisan leluhur itu.

“Kalau anggaran yang ada tidak bisa digunakan untuk pembangunan itu, kami siap melakukan penggalangan koin. Itupun jika direstu wali kota,” katanya yang disambut gelak tawa.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s