Pemko Ngotot Terminal Tipe A

Posted: February 12, 2011 in Berita

– Masukkan biaya dalam anggaran perubahan

BANJARMASIN, BPOST-Pasca aksi demontrasi ratusan sopir angkutan kota maupun antar provinsi tidak terdengar lagi gaung rencana ‘menyulap’ terminal Pal6 menjadi tipe A. Rencana tersebut kembali bergulir, dan pemko Banjarmasin sudah pasang kuda-kuda untuk mengalokasikan biaya dalam anggaran perubahan (APBDP) yang akan diusulkan ke DPRD mendatang.

Salah satu item alokasi anggaran tersebut, untuk melakukan pembebasan lahan dan rumah warga yang berada di belakang terminal tersebut agar areal itu bisa mencapai 3 hektar seperti yang disyaratkan peraturan untuk menjadi terminal tipe A.

“Pemko tetap serius dan semangat untuk menjadikan terminal Pal6 itu menjadi tipe A. Makanya dalam anggaran perubahan nanti, mulai diusulkan dengan memasukkan biaya pembebasan lahan,” kata Kepala dinas perhubungan (Dishub) kota Banjarmasin Rusdiansyah, Selas (25/5).

Awal pembangunan terminal induk yang berada di Jalan A Yani Km6 Banjarmasin itu berada di atas lahan seluas 3 hektar. Karena ada kebijakan Wali Kota, Sofyan Arpan (Alm), lahan seluas 1,2 hektar dimanfaatkan untuk pembangunan ruko yang lebih dikenal dengan Banjarmasin Trade Center (BTC) yang hingga kini nasibnya terkatung-katung.

Sehingga, prasyarat untuk menjadikan terminal tersebut sebagai tipe A terganjal. Apalagi, status sebagian lahan tersebut tidak jelas. Karena muncul beragam sertifikat baik HGB maupun HGU. Padahal, areal itu merupakan lahan milik pemprov Kalsel.

Tak ayal, saat pemprov Kalsel menawarkan mega proyek tersebut kepa tiga daerah yakni Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura, yang mampu menyediakan lahan dan lokasinya representatif di wilayah Km17 kabupaten Banjar hingga akhirnya ditetapkan sebagai lokasi pembangunan terminal tipe A tersebut.

Ditanya kemanfaatan rencana pembangunan tersebut karena keputusan penetapan terminal tipe A sudah final, menurut Rusdiansyah tidak masalah. Karena, jika niat tersebut tidak terkabulkan minimal sudah melakukan perbaikan keberadaan terminal induk tersebut.

“Yang penting pemko berusaha dulu, nanti dipilih atau tidak tergantung pemerintah pusat. Paling tidak, terminal itu menjadi baik,” tukasnya.

Dari pantauan BPost, kondisi terminal tersebut sudah tidak layak lagi sebagai temrinal induk. Selain kawasannya sudah sempit karena tidak sebanding dengan angkutan yang ada, beberapa bangunan di kawasan itu sudah tidak tertata lagi.

Termasuk beberapa angkutan antar kota, parkirnya tidak rapi sehingga terkesan semerawut. Begitu juga dengan bus angkutan antar provinsi, juga memanfaatkan sisa lahan yang berada di dekat bangunan BTC yang mangkrak tersebut.

Apalagi, terminal tersebut sangat terbuka. Artinya dibelah oleh jalan raya, yang menjadi akses masyarakat sekitar lokasi. Termasuk tidak memiliki pagar. Sehingga keberadaan terminal itu sempat mendapat predikat dari anggota DPR RI komisi V sebagai terminal paling unik se-Indonesia.

Sebelumnya, pemprov Kalsel siap menyerahkan lahan tersebut kepada pemko Banjarmasin dengan catatan agar menyelesaikan sengketa terlebih dahulu. Dengan harapan tidak menjadi batu sandungan dikemudian hari.

“Kalau lahan itu mau diminta, sebaiknya selesaikan dulu permasalahan yang ada. Termasuk izin-izin bangunan yang ada di atas tanah tersebut,” ujar Sekdaprov Kalsel, HM Muchlis Gafuri.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s