Perayaan Waisak Vihara Dhammasoka Banjarmasin

Posted: February 12, 2011 in Budaya

“Berebut Memberi Sedekah Bhikkhu”

BAIT-bait parita suci terdengar syahdu dari salah satu ruangan di Vihara Dhammasoka Jalan Piere Tendean Banjarmasin, Jumat (28/5) pagi. Sementara, ratusan umat Budha terlihat khusyu melafalkan parita suci.

Mereka yang memenuhi aula di lantai III tempat ibadah umat Budha itu, bibirnya terlihat komat-kamit menirukan pembacaan parita yan dipimpin bhikkhu pembina, Bhikkhu Saddhaviro Thera bersama Bhikkhu Karunawiro.

Pembacaan parita suci tersebut, merupakan rangkaian detik-detik perayaan hari raya Waisak 2554 tahun 2010, yang digelar di Vihara Dhammasoka Banjarmasin.

Usai mengikuti detik-detik waisak tersebut, para umat budha melakasanakan pindhapata (pemberian sedekah kepada bhikkhu) di vihara tersebut.

Beragam aneka makanan dan minuman yang dibawa para umat, seperti roti, susu dan sejenisnya dipersembahkan kepada Bhikkhu Saddhaviro dan Karunawiro yang merupakan pemimpin di vihara tersebut.

Mereka rela berdesak-desakan, agar bisa menyerahkan sedekah kepada bhikkhu yang berkeliling sambil membawa tempat untuk menampung sedekah.

Selain sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin umat budha, juga menjadi doa agar dalam menjalani kehidupan selalu diberi kesuksesan.

“Suatu kebanggan bisa menyerahkan sedekah kepada bhikkhu secara langsung. Semoga mendapat keberkatan dalam hidup,” ujar Nurita, salah satu umat budhis.

Menurutnya, pemberian sedekah atau yang disebut pindhapata tersebut merupakan rangkaian dari seluruh perayaan waisak. Karena, bhikkhu hanya konsentrasi memimpin umat dan berdoa untuk keselamatan para umat budha.

Sementara itu, dalam perayaan Waisak 2554 tahun 2010 ini mengambil tema dengan kedamaian membangun kebahagiaan yang abadi. Hal itu sebagai refleksi yang dialami masyarakat Indonesia, yang beberapa waktu terakhir ini kurang bisa memahami hakikat kebahagiaan.

“Banyak masyarakat kita yang frustasi. Mereka kurang bisa memahami hakikat kehidupan ini yang mengalami perputaran. Kegembiraan bisa berubah dalam waktu cepat, jika tidak faham mereka bisa putus asa,” terang Bhikkhu Saddhaviro Thera.

Masih menurutnya, dengan tema tersebut diharapkan masyarakat khususnya umat budha bisa memahami hal itu. Seingga dalam menjalani kehidupan ini tidak merasa tertekan dan bersedih.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s