Tiga Kabupaten Masih Terancam Banjir

Posted: February 12, 2011 in Berita

– Pendangkalan sungai cukup tinggi

BANJARMASIN, BPOST-Meski curah hujan sudah mulai berkurang, namun bencana banjir masih mengancam Kalimantan Selatan. Sebanyak tiga kabupaten, hingg akhir Mei ini masih menjadi sasaran luberan air tersebut. Yakni di kabupaten Tanah Laut (Tala), Tanahbumbu dan Kotabaru.

Berdasarkan data dari badan penanggulangan bencana Kalsel, luberan air yang mengancam merendam tiga daerah tersebut karena daerah aliran sungai (DAS) yang ada di kawasan itu sudah tidak mampu lagi menampung luberan air kiriman dari daerah lain.

“Sungai di daerah itu sendimentasinya cukup tinggi alias dangkal. Sehingga begitu ada luberan air dari daerah yang tinggi, langsung menggenang rumah penduduk,” terang Kepala badan penanggulangan bencana Kalsel, Zainal Ariffin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, melubernya air yang merendam permukiman penduduk maupun lahan pertanian di tiga daerah itu, lantaran sungai yang ada tidak mampu lagi menampung luberan air karena kondisinya sudah rusak.

Hal itu disebabkan karena gundulnya hutan maupun berubahnya keperuntukan lahan di sekitar DAS yang menjadi tambang maupun areal perkebunan. Sehingga ketika ada luberan air, langsung ikut tergerus dan membuat dangkal sungai.

“Karena lingkungan di sekitar DAS sudah sangat rusak, dan membuat dangkal sungai yang ada di sekitar lokasi itu,” tegasnya.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel, juga mencatat daerah aliran sungai (DAS) yang ada di tiga kabupaten bitu kondisinya paling parah. Sepetri di DAS Tabonio dengan sub-sub DASnya diantaranya Asamasam, Sawangan dan Sabuhur.

Kemudian di DAS Kintap dan sub DASnya di wilayah Kintan dan Kintap Kecil sangat parah, akibat pertambangan yang menjamur di sekitar lokasi itu. Sehingga jika hujan langsung meluber ke rumah penduduk.

Begitu juga dengan DAS Satui, Batulicin maupun di DAS Kusan Hulu yang tembus Kusan Hilir serta beberapa DAS di wilayah Kotabaru. Selain pertambangan, juga perkebunan sawit. Karena keberadaan sawit tidak bisa menjadi serapan air.

“Dari 6 DAS di Kalsel yang rusak itu, yang paling parah ya di tiga tempat itu karena perubahan lahan yang dulunya hutan kini menjadi pertambangan maupun perkebunan,” kata Manajer Kampanye Walhi Kalsel, Dwitho Prasetyadi.

Peringatan Dini

Untuk mengantisipasi terjadinya korban, badan penanggulangan bencana Kalsel sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di tiga kabupaten tersebut untuk meningkatkan kewaspdaan.

Jika curah hujan berlangsung selama dua jam lebih, maka harus segera siap-siap meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih tinggi dan aman dari ancaman genangan air.

“Kami sudah menyampaikan hal itu kepada masyarakat, agar meningkatkan kewaspdaan. Kalau hujannya berlangsung lebih dua jam, maka harus siap-siap meninggalkan rumah,” ujar Zainal Ariffin.

Menurutnya, dengan guyuran hujan tersebut maka kenaikan debit air mengalami peningkatan hampir 1 meter lebih. Hal itu diperparah dengan kondisi sungai yang sudah tidak bisa menampung lagi air luberan tersebut.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s