Tim Verifikasi “Disuguhi” Eceng Gondok

Posted: February 12, 2011 in Berita

– 5 daerah menjalani verifikasi Adipura

BANJARMASIN, BPOST-Peluang kota Banjarmasin untuk meraih piala Adipura terbuka lebar. Karena, kota yang memiliki slogan seribu sungai itu menjalani penilaian verifikasi yang dilakukan tim Adipura dari kementrian lingkungan hidup (KLH).

Sekitar 10 orang dari KLH, sejak beberapa hari berada di Banjarmasin. Mereka keliling kota untuk mengecek kebersihan, dan ketertiban lingkungan yang menjadi objek saat penilaian pertama dan kedua sebulan lalu.

Sayangnya, saat mengecek Sungai Martapura tim KLH tersebut disuguhi dengan tumpukan eceng gondok yang mangkal di bawah Jembatan Antasari karena tertahan salah satu tiang jembatan tersebut.

Termasuk tumpukan sampah di Pasar Kuripan. Mereka terlihat tercengang saat menyaksikan pemandangan memilukan dari para pedagang, yang membuang sampah di sekitar tempat jualan tersebut.

Tim tersebut terlihat geleng-geleng kepala saat menyaksikan eceng gondok yang menggunung di bawah jembatan tersebut. Padahal mereka hanya mencocokan nilai saat P1 dan P2 beberapa waktu lalu.

Karena, jika mampu mempertahankan kebersihan, dan ketertiban lingkungan tersebut sudah dipastikan kota itu langsung ditetapkan untuk mendapatkan piala Adipura.

“Kenapa sampahnya tidak bisa jalan terus mengikuti arus, justru menumpuk di bawah kembatan sini,” gumam salah seorang petugas sambil berusaha mengabadikan dengan kamera pocket.

Hal senada dikatakan kepala BLHD Kalel, Rakhmadi Kurdi. Tim Adipura dari KLH tersebut melihat 54 objek penilaian yang ada di kota Banjarmasin, mulai kebersihan kantor, lingkungan, pasar, sekolah, saluran tertutup, terbuka maupun sungai besar.

Kehadiran tim Verifikasi tersebut, imbuh Rakhmadi, merupakan peluang bagi kota tersebut untuk mendapatkan piala Adipura. Karena tidak semua kota yang mengikuti perlombaan tersebut, menjalani verifikasi.

“Kalau diverfikasi, artinya perolehan Adipura kurang selangkah lagi. Peluang untuk mendapatkan piala itu sangat terbuka, asalkan kota itu mampu mempertahankan kebersihan seperti P1 dan P2,” terangnya.

Karena tahun 2009 lalu, dari 2 kota yang diverfikasi yakni kota Banjarbaru dan Pelaihari semuanya mendapatkan Adipura. Sedangkan tahun 2010 ini, sebanyak 5 kota yang diverfikasi. Yakni kota Banjarmasin, Barabai, Banjarbaru, Pelaihari dan Martapura.

Angkat Tangan

Sementara itu, Kepala dinas pengelolaan sungai dan drainase kota Banjarmasin, Muryanta terlihat pasrah dengan menumpuknya eceng gondok di kawasan Jembatan Antasari tersebut.

Menurutnya, dirinya bersama tim sudah berusaha keras untuk menjaga kebersihan tersebut. Namun, saat tim verifikasi datang kondisi Sungai Martapura sedang pasang. Sehingg barisan eceng gondok dari hulu terus berseliweran dan sebagian tertahan di tiang jembatan.

“Ini faktor alam, kita tidak bisa berbuat banyak. Para petugas sudah berusaha membersihkan eceng tersebut dengan maksimal, namun tetap saja masih banyak yang tertahan,” keluhnya.

Begitu juga menurut Kepala dinas kebersihan, Syaidin Noor. Dirinya berharap agar tim verfikasi bisa memahami kondisi geografis kota Banjarmasin yang berada di bagian hilir Sungai Martapura maupun Sungai Barito.

Sehingga menjadi daerah tempat berhentinya sampah masyarakat, maupun sampah-sampah alam seperti eceng gondok maupun jenis-jenis ilung lainnya.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s