Diperiksa Mulai Pekan Depan

Posted: April 15, 2011 in Berita

* Tersangka Dugaan Korupsi di Disdik

* Aparat Masih Susun Draft pertanyaan

BANJARMASIN-Mulai pekan depan, penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Banjarmasin bakal memeriksa dua tersangka kasus dugaan korupsi sebesar Rp 77,6 juta di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin.

Hal itu dilakukan, setelah reskrim menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut berdasarkan hasil audit BPKP. Yakni mantan kuasa pengguna anggaran (KPA) Rudy Ichwansyah dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), Hj Elvi Herlestari.

“Insa Allah, Senin depan kami mintai keterangan. Tadi (kemarin) surat sudah kami layangkan kepada yang bersangkutan,” kata Kasat reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Suhasto Sik.

Pemanggilan tersebut sudah berstatus tersangka. Keduanya bakal dimintai keterangan penyidik, untuk melengkapi berkas pemeriksaan sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banjarmasin untuk diajukan ke persidangan.

Ditanya apakah bakal ada tersangka lain, Suhasto enggan berspekulasi. Menurutnya, hal itu bakal mengikuti saat petugas melakukan penyidikan.

Karena korupsi tersebut merupakan kejahatan berjamaah, yang tentunya ada pihak yang diuntungkan maupun yang memberikan peluang sehingga terjadinya kerugian keuangan negara.

“Kita lihati saja, ini kan kejahatan berjamaah. Tentunya melibatkan banyak pihak,” ujarnya dengan nada diplomatis.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun BPost, saat ini petugas masih menyusun draft pertanyaan saat melakukan pemeriksaan nanti.

Dengan harapan, pertanyaan yang dilontarkan tersebut lebih fokus dan mendalam. Dengan harapan, pihak-pihak yang telribat dalam kasus tersebut bisa ditutut untuk ikut bertanggung jawab.

Sementara itu, berdasarkan hasil audit BPKP Banjarmasin, proyek pembuatan nomor induk standart nasional (NISN) yang menggunakan anggaran perubahan tahun 2008 itu menimbulkan dugaan kerugian sebesar Rp 77,6 juta dari total anggaran sebesar Rp 191.350.000.

Kerugian keuangan negara itu terjadi lantaran proyek pembuatan kartu NISN tersebut, dilaksanakan dengan cara pemecahan anggaran menjadi empat bagian untuk menghindari proses lelang.

Dari keterangan saksi sebanyak 13 orang termasuk kedua tersangka yang telah dimintai keterangannya oleh penyidik, kedua orang tersebut yang bertanggung jawab atas kegiatan itu. Mengingat saat itu, Kepala Disdik, Iskandar Zulkarnain juga kesandung masalah hukum.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s