Distributor Tas Kresek Resmi Tersangka

Posted: April 15, 2011 in Berita

– Terkait dugaan penjiplakan merk

BANJARMASIN-Penyidik kasus penjiplakan merk barang berupa tas plastik merk Kilat, resmi menetapkan distributor tas plastik, Kang Mingming sebagai tersangka. Penetapan itu, setelah petugas meminta penjelasan Dirjen hak cipta Kementrian hukum dan HAM.

Warga Jalan Pramuka kompleks Rahayu Pembangunan IVB RT23 Banjarmasin, itu ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan petugas.

Dia dimintai keterangan, lantaran sebagai distributor barang tersebut. Bahkan, petugas berhasil mengerebek rumah milik tersangka yang digunakan untuk menyimpan barang yang sama dengan pemegang hak dari Kementrian hukum.

  “Dia kami duga terlibat langsung dalam peredaran yang menjiplak merk dagan orang lain yang sudah memiliki hak cipta dari Kementrian hukum,” ujar Kasat reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Suhasto Sik.

Lebih lanjut dia menjelaskan, meskipun penjiplakan merk tersebut tidak seutuhnya, namun bagian pokok dari merk tersebut dijiplaknya. Hal itu termasuk bentuk pelanggaran hak cipta, yang sudah didaftarkan pemiliknya ke kementrian.

Tas plastik merk Kilat yang diamankan petugas tersebut menyerupai dengan merk sejenis, yang oleh pemiliknya sudah resmi didaftarkan sebagai hak atas kekayaan intelektual.

Bedanya, merk Kilat produksi PT Kiki Wijaya Plastindo dari Sidoarjo yang sudah mengantongi hak cipta tersebut, ukuran lambang petir yang ada dalam label tersebut lebih besar.

Sedangkan perusahaan Yetra Sentosa Plastindo asal Surabaya, yang diduga menijplak merk tersebut, ukurannya lambang petirnya lebih kecil dan berada di bagian pojok. Meskipun, label tersebut sama-sama berwarna merah.

Masih menurut Suhasto, pihaknya juga melayangkan surat panggilan kepada pimpinan perusahaan Yetra Sentosa Plastindo untuk dimintai keterangan penyidik, untuk menambah keterangan tersangka yang sudah dimintai keterangan petugas.

“Surat sudah kami layangkan dan yang bersangkutan siap datang. Namun sampai saat ini belum ada kejelasannya lagi,” tandas Suhasto.

Petugas unit tindak pidana tertentu (Tipiter) Sat reskrim Polresta Banjarmasin, langsung menggerebek bangunan yang diduga sebagai tempat penyimpanan dan mengamankan 100 koli tas plastik siap edar.

Apalagi, kasus dugaan penjiplakan merk tersebut juga sedang ditangani petugas Kepolisian Polda Jatim. Hingga kini masih dalam proses.

Hal itu melanggar hak merek atau kekayaan intelektual, yang tercantum dalam pasal 94 ayat 1 Undang-undang nomor 15 tahun 2001 tentang merek.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s