Dua Pegawai Disdik Resmi Tersangka

Posted: April 15, 2011 in Berita

– Terkait proyek pembuatan kartu siswa

BANJARMASIN-Kerja keras unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Polresta Banjarmasin, melakukan pengusutan dugaan korupsi di lingkungan dinas pendidikan (Disdik) kota Banjarmasin membuahkan hasil.

Dalam gelar perkara Senin (21/2) siang, menetapkan dua tersangka dalam kasus berkedok pembuatan nomor induk standart nasional (NISN) yang menggunakan anggaran perubahan tahun 2008. Yakni kuasa pengguna anggaran (KPA), Rudy Ichwansyah dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), Hj Elvi Herlestari.

Saat ini, Rudy Ichwansyah tidak berdinas di Disdik kota Banjarmasin. Melainkan sebagai wakil BKBPMP kota Banjarmasin. Sedangkan Hj Elvi Herlestari, masih menduduki jabatan sebagai Kasi PPTK Disdik kota Banjarmasin.

Berdasarkan audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang merampungkan pemeriksaan 9 Februari lalu, menyimpulkan adanya dugaan kerugian keuangan negara dari kegiatan tersebut sebesar Rp 77.688.639 dari total nilai proyek sebesar Rp 191.350.000.

Kerugian keuangan negara itu terjadi lantaran proyek pembuatan kartu NISN tersebut, dilaksanakan dengan cara pemecahan anggaran menjadi empat bagian untuk menghindari proses lelang.

Dari keterangan saksi sebanyak 13 orang termasuk kedua tersangka yang telah dimintai keterangannya oleh penyidik, kedua orang tersebut yang bertanggung jawab atas kegiatan itu. Mengingat saat itu, Kepala Disdik, Iskandar Zulkarnain juga kesandung masalah hukum.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Hilman Thayib melalui Kasat reskrim, Kompol Suhasto Sik mengatakan, kedua tersangka bakal dipanggil untuk dimintai keterangan yang sekaligus berstatus sebagai tersangka.

“Pemanggilan nanti keduanya sudah berstatus tersanga, bukan saksi lagi,” katanya.

Terkait rencana penahanan, menurut Suhasto belum mengarah kesitu. Menurutnya, semuanya bakal melihat proses pemeriksaan selanjutnya. Karena untuk melakukan penahanan harus memenuhi unsur sesuai dalam KUHAP.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 2, 3 dan pasal 15 Undang-undang nomor 31 tahun 2009 jo Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun penjara.

Sementara itu dari pantauan BPost, kediaman Hj Elvi Herlestari di kompleks Handayani RT36 nomor 48 Pemurus Baru nampak sepi. Tidak nampak adanya aktifitas di rumah tersebut, saat BPost beberapa kali mencoba mendatangi rumah tersebut.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s