Hasil Labfor Kebakaran Pabrik Karet

Posted: April 23, 2011 in Berita

  – Pembungkus Kabel Lampu Penerangan Robek

BANJARMASIN-Teka-teki penyebab kebakaran pabrik pengeringan karet milik PT Insan Bonafide mulai terjawab. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim laboratorium forensik (Labfor) Mabes Polri, kebakaran yang menghanguskan pabrik berlantai lima itu karena pembungkus kabel penerangan itu robek. Sehingga menimbulkan panas, hingga terjadi kebakaran.

Hal itu disampaikan Kasat reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Suhasto Sik, Jumat (25/) siang. Keluarnya hasil pemeriksaan tersebut, menjawab semua pertanyaan maupun isu yang berkembang di masyarakat terkait penyebabkan kebakaran tersebut.

“Kesimpulan dari Labfor murni karena robeknya pembungkus kabel penerangan, yang bergesekan dengan berbagai jenis barang di tempat itu,” terangnya.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Labfor tersebut, sekaligus menghentikan proses pemeriksaan yag dilakukan jajarannya untuk mengungkap penyebab amukan si jago merah itu.

Disinggung soal unsur kesengajaan, Suhasto langsung membantahnya. Menurutnya, peristiwa yang terjadi pertengahan Januari lalu itu, merugiakan perusahaan miliaran rupiah.

Sekaligus berdampak pada sejumlah karyawan, yang terpaksa diberhentikan lantaran pabrik tersebut tidak beroperasi karena semua bahan baku maupun peralatan ludes menjadi arang.

“Kami tetap berpegangan pada hasil Labfor, bahwa kebakaran itu bukan unsur kesengajaan,” tukasnya.

Oleh karena itu, lanjut Suhasto, hasil pemeriksaan tim Labfor tersebut menjawab semua pertanyaan yang sekaligus menjelaskan siapa yang bertanggung jawab atas insiden itu.

“Otomatis menjadi tanggung jawab perusahaan. Karena murni adanya gangguan kabel lampu penerang,” tandasnya.

Hingga kini, pabrik pengeringan karet yang berlokasi di Jalan PHM Noor Banjarmasin itu sedang berusaha bangkit. Meski dalam kondisi yang masih memprihatinkan, beberapa pekerja sudah mulai beraktifitas.

Informasi yang berhasil dihimpun, beberapa hari setelah kebakaran pihak managemen meliburkan seluruh karyawannya. Bahkan juga menghentikan proses pengeringan, lantaran yang ikut dilalap si jago merah, selain karet kering hingga yang basah.

Termasuk bangunan dan peralatan pengeringan, semuanya tinggal puing-puing saja. Dalam waktu 1,5 jam, kobaran api melumat seluruh bangunan tersebut.

Saat ini pihak managemen sudah mulai beraktifitas. Meskipun sebagian karyawan berhenti, mengingat belum stabilnya produksi karet tersebut.

Sekedar mengingat, peristiwa kebakaran itu terjadi pertengahan Januari lalu. Kobaran api tersebut, sempat menggegeran masyarakat Banjarmasin karena lidah api bisa dilihat dari jarak puluhan kilometer. Lantaran bangunan yang terbakar tersebut, berlantai lima.

Termasuk sejumlah pasien yang menjalani perawatan di RS TPT DR Soeharsono. Mereka panik, lantaran guguran abu tersebut berupa api yang terus menyala.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s