Hukuman Satpam SMP Makin Berat

Posted: April 23, 2011 in Berita

– Dijerat pasal pemerkosaan

BANJARMASIN-Hukuman yang bakal dihadapi Hatman (41), tukang kebun SMPN Banjarmasin semakin berat. Pasalnya, warga Banyiur Dalam RT23 Banjarmasin itu tidak hanya dijerat dengan Undang-undang perlindungan anak saja tapi juga kitab undang hukum pidana.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, bapak dua anak itu bukan melakukan perbuatan cabul melainkan dugaan melakukan pemerkosaan. Karena alat kelaminya berhasil masuk ke liang alat kelamin Bunga (14), siswi SMPN tempat dia bekerja.

Hal itu diungkapkan Kasat reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Suhasto Sik. Menurutnya, pasal yang bakal menjerat tersangka bakal berlapis. Yakni pasal 81 ayat 2 Undang-undang nomor 3 tahun 2003 tentang perlindungan anak dan pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

“Pasalnya berlapis, karena dia menyetubuhi korban bukan mencabulinya,” katanya.

Begitu juga dengan petugas keamana (Satpam), Sam’ani (28) juga bakal menerima ganjaran yang sama. Karena dari hasil pengakuannya, juga melakukan hubungan badan seperti yang dilakukan Hatman.

Bahkan tempat untuk melakukan hubungan badan tersebut juga sama, yakni pos Satpam sekolahan tersebut saat korban sedang menunggu jemputan pulang sekolah.

“Tempat untuk melakukan hubungan kan sama, di pos Satpam itu,” tandasnya.

Berdasarkan hasil visum at repertum, keperawanan Bunga sudah sobek yang diduga akibat hubungan badan dengan kedua tersangka yang saat ini sudah mendekam di baik jeruji besi tahanan Mapolresta Banjarmasin.

Bahkan alasan kedua tersangka yang telah memberikan sejumlah uang kepada korban tidak bisa meringankan. Karena tetap dijerat dengan Undang-undang perlindungan anak.

“Apapun alasannya mereka tetap salah. Melakukan hubungan anak di bawah umur,” tandasnya.

Saat ditemui usai menjalani pemeriksaan, kedua tersangka mengaku melakukan hubungan tersebut karena tertantang oleh ucapan korban yang setiap hari mengolok-oloknya.

Selain itu, lanjutnya, usai berhubungan badan layaknya suami istri keduanya menyerahkan uang masing-masing sebesar Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu sebagai imbalan buat korban.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s