Kencan di Pinggir Siring Jafri Zamzam

Posted: April 23, 2011 in Berita

– Meski diusir tetap bertahan

– Arena kencan semakin meluas

BANJARMASIN-Udara dingin yang terus menyapu kawasan Siring Jafri Zamzam, tidak menggoyahkan semangat beberapa pasang remaja yang duduk santai di sepanjang kawasan tersebut, Sabtu (18/2) malam.

Justru menambah romatis para remaja berlainan jenis yang sedang asyik menikmati ombak sungai yang disapu angin. Ditambah lampu penerangan yang agak minim, menambah suasana sedikit reman-remang.

Beragam tingkahlaku diperagakan beberapa pasang yang duduk di bawah pohon sepanjang jalan tersebut. Mulai dari berpelukan, berpangkuan hingga saling berpegangan tangan.

Lalulalang para pengguna jalan tidak membuat beberapa pasang remaja tesebut risih. Mereka nampak enjoy dengan suasana dan lokasi tersebut untuk memadu kasih.

“Kenapa malu, mereka juga manusia. Dulu waktu muda, mungkin dulu waktu muda juga melakukan seperti ini,” cetus salah seorang pemuda dengan nada ringan.

Saat ini, kawasan Siring Sungai Jafri Zamzam menjadi pilihan alternatif para pasangan muda-mudi yang selama ini menyemut di water front city Jenderal Sudirman maupun siring Piere Tenden meskipun belum sepenuhnya rampung.

Di kawasan siring Jafri Zamzam, selain jalannya relatif sunyi, penerangan jalan di kawasan tersebut juga minim. Sorot lampu, terhalang pepohonan yang mulai tumbuh di pinggar jalan tersebut.

Tak ayal, meski warga sekitar kerap mengusirnya, para pasangan tersebut sepeti tidak pernah jera. Terbukti, mereka tetap bertahan di kawasan tersebut.

Khususnya malam minggu, menjadi target alternatif untuk menghabiskan malam akhir pekan. Sepanjang kawasan tersebut dipenuhi dengan pasangan remaja yang duduk di pinggir sungai tersebut.

“Disini lebih enak dibanding di siring, soalnya lebih sunyi. Lagi pula ada pohonnya, jadi bisa berlindung,” cetusnya sambil tersenyum.

Warga sekitar mengaku risih dengan ‘pemandangan’ tersebut. Karena para pemuda yang santai di siring tersebut hingga larut malam. Parahnya lagi, mereka melakukan perbuatan yang tidak etis seperti berciuman.

Bahkan beberapa bulan lalu ada warga sempat emosi. Karena ada yang nekad melakukan hubungan badan layaknya suami istri di pinggir sungai tersebut.

“Kalau mau ciuman atau hubungan badan ya di rumah, jangan di tempat umum seperti itu,” ujar salah seorang warga bernama Rahmat.

Hingga beberapa hari setelah kejadian itu, warga rela memantau aktifitas para pemuda yang duduk di tempat itu. Jika ada yang mencurigakan, seperti berduaan saja langsung diusirnya.

Mereka pun sempat menyampaikan keresahan tersebut ke pemko Banjarmasin. Namun hingga kini masih sering dijumpai para pemuda yang asyik berduaan dan berciuman di lokasi itu.

Sementara itu, di kawasan Pantai Jodoh hampir setiap malam masih ramai didatangi para pasangan remaja untuk santai di tempat itu. Karena minimnya tempat kongkow di kota ini, meski mereka kesal dengan banyaknya pengamen dan orang yang minta-minta, tetap saja mendatangi tempat itu untuk bersantai.

“Maua santai dimana lagi kalau bukan disini. Padahal kesal banget, belum sempat duduk sudah didatangi pengamen,” keluh Adi, salah seorang pemuda.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s