Mantan Pengurus Tidak Hadir

Posted: April 23, 2011 in Berita

* Muswil PAN Dibuka Hatta Radjasa

BANJARMASIN-Suasana meriah mewarnai acara musyawarah wilayah (Muswil) III Partai Amanat Nasional (PAN) Kalsel yang digelar di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Minggu (20/2) kemarin.

Selain dihadiri ratusan kader dan simpatisan partai berlambang matahari terbit itu, juga dihadiri langsung Ketua umum DPP PAN, Hatta Radjasa dan sejumlah pengurus DPP lainnya seperti Drajat Wibowo dan Menhut, Zulkifli Hasan.

Namun diantara kemeriahan tersebut, tidak nampak pengurus harian DPW Kalsel. Seperti mantan ketua DPW, H Yudhi Wahyuni dan sekretaris DPW, Rachmat Nopliardy yang sama-sama diberhentikan karena dianggap melanggar garis partai saat Pilkada lalu tidak hadir. Termasuk wakil ketua, H Nachwan juga tidak kelihatan hingga acara pembukaan berakhir.

Sontak saja ketidak hadiran tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan peserta Muswil yang diikuti seluruh pengurus di Kalsel itu. Apalagi, sejak diberhentikan yang bersangkutan juga langsung menghilang.

“Mantan pimpinan kok tidak ada yang datang sama sekali ya,” celetuk salah seorang peserta.

Bahkan dalam kegiatan tersebut juga tidak ada agenda penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus. Meskipun kepemimpinan Yudhi Wahyuni dilanjutkan pelaksana tugas yang ditunjuk DPP PAN, Mulfachri Harahap.

Setelah acara pembukaan selesai, para peserta langsung melaksanakan rapat pleno yang membahas tata tertib dan pengesahan program kerja untuk pengurus lima tahun mendatang. Kemudian dilanjutkan dengan pemilihan ketua umum DPW dan tim formatur.

Dalam acara pembukaan, sambutan ketua DPW PAN disampaikan pelaksana tugas, Mulfachri Harahap. Menurutnya, acara tersebut bisa terlaksana karena adanya kekompakan para kader dan pengurus meskipun dalam kondisi yang kurang kondusif.

“Kegiatan Muswil ini untuk memulihkan kembali kondisi dan kepengurusan partai di Kalsel,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua umum DPP PAN Hatta Radjasa mengajak semua kader untuk menjalankan tugas partai lebih giat lagi. Khususnya dalam rangka menyambut pesta demokrasi lima tahunan nanti.

Menurutnya, program-program yang pro rakyat harus diutamakan. Seperti peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Dengan begitu, keberadaan partai akan diakui di masyarakat.

“Program yang pro rakyat harus diutamakan. Karena rakyat kita sudah pintar dan bisa memilih yang memiliki kepedulian terhadap mereka,” katanya.

Pria berambut perak itu juga mencontohkan, adanya program penyaluran kredit usaha rakyat. Kader PAN diharapkan mengawal program tersebut dan memberikan advokasi kepada masyarakat, mengingat dana yang digelontorkan cukup banyak.

“Dana untuk KUR itu mencapai Rp 20 Triliun, dan nanti saya akan menghadap presiden biar ditambah,” terangnya.

Targetkan Dua Digit

Ketua umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Radjasa mengatakan tantangan yang dihadapi PAN semakin berat. Khususnya menyiapkan diri dalam menghadapi pesta demokrasi lima tahunan yang bakal digelar 2015 nanti.

Bahkan dengan tegas dia mengatakan, PAN yang dipimpinnya harus tembus dua digit dalam perolehan suara dalam Pemilu nanti.

“Kita harus kerja keras, agar target dua digit yang diamanatkan Kongres bisa tercapai,” katanya.

Agenda-agenda pro rakyat pun dengan gencar diluncurkan. Seperti pembinaan perekonomian masyarakat, dengan cara penyerapan dana kredit usaha rakyat (KUR) dengan cepat.

Apalagi dirinya sebagai Menko Perekonomian. Saat ini menyediakan dana Rp 20 Triliun untuk usaha masyarakat. Bahkan jumlahnya bakal ditambah lagi. “Kalau perlu saya melapor ke Presiden agar dana KUR ditambah lagi,” terang Hatta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s