Menangis Saat Ditangkap Polisi

Posted: April 23, 2011 in Berita

– Dilaporkan karena membawa kabur pacar 

– Tiga bulan pacaran lewat handphone

BANJARMASIN-Jumaidi (19), terus menangis sesenggukan di ruang Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin, Senin (7/2) petang. Dia diamankan petugas di parkiran Ramayana Banjarmasin, lantaran diduga telah membawa lari kekasihnya berinisial NH (14).

Rasa penasaran yang menggelayuti benaknya, harus dibayar mahal dengan berurusan petugas Kepolisian. Karena kedua orangtua NH melaporkannya dengan tuduhan membawa kabur buah hatinya.

Apalagi, sejk kenal dengan kekasihnya tiga bulan lalu itu dirinya hanya berhubungan melalui handphone saja. Beberapa kali janjian untuk bertemu pun selalu kandas, dengan alasan sang kekasih takut dengan orangtuanya.

Namun, Minggu (6/2) sekitar pukul 15.00 Wita Jumaidi pun berhasil bertem dengan kekasihnya tersebut. Saat pertemuan tersebut, NH mau diajak Jumaidi ke rumah kakaknya di kaasan Kubah Basirih dan bermalam di tempat tersebut.

“Minggu itu kami pertama kali ketemu, dan mau saya ajak ke tempat kakak saya,” ujarnya sambil sesenggukan.

Dirinya mendapatkan nomor handphone NH dari kakaknya yang bekerja di Ramayana. Dari perkenalan di udara tersebut, berlangsung cukup lama. Dan beberapa kali berencana ketemuan selalu gagal.

Hatinya pun berbunga-bunga, setelah tiga bulan menahan rasa penasaran tersebut hingga dia saling bermesraan dan berpelukan hingga akhirnya melakukan hubungan layaknya suami istri.

Kemudian, Senin (7/2) pagi NH diajak ke rumahnya di kawasan Tamban Batola. Dan sore harinya hendak diantar pulang, namun masih sampai di Ramayan sudah diketahui famili NH hingga akhirnya berhasil diamankan petugas Kepolisian.

Kepergian NH tersebut, membuat panik dan cemas seluruh anggota keluarganya. Hingga kedua orangtuanya melaporkan NH ke Polsekta Banjarmasin Selatan, lantaran menduga telah diculik orang jahat.

Termasuk menyebarkan informasi tersebut melalui jaringan komunikasi radio amatir. Tak ayal, dengan cepat kabar ‘menghilangnya’ NH tersebut diketahui banyak orang.

“Kami menduga dia itu diculik orang, karena tidak biasa dia (NH) itu pergi tanpa pamit orangtuanya. Apalagi sampai tidak pulang,” cetus salah seorang paman NH di Mapolresta Banjarmasin.

Saat dibawa ke Mapolresta Banjarmasin, NH yang mengenakan jaket warna biru terus menundukkan kepala. Topi jaket yang dikenakanpun selalu digunakan untuk menutup kepala, diiringi ibu dan pamannya ke ruang pemeriksaan petugas.

Sementara itu, Kasat reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Suhasto Sik mengatakan, saat ini baik NH maupun Jumaidi masih dimintai keterangn penyidik. Pihaknya belum bisa menyimpulkan aksi tersebut.

Termasuk masih mendalami hasil visum yang dilakukan petugas ke RS Bhayangkara Banjarmasin, untuk mengetahui adanya bekas luka atau apapun yang ada di tubuh NH.

“Petugas bergerak itu karena adanya laporan orangtuanya. Dan dikira penculikan,” katanya singkat.***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s