Menawarkan Pinjaman Dengan Bunga Tinggi

Posted: April 23, 2011 in Berita

  – Membayar dengan cek kosong

BANJARMASIN-Harapan Mulyati Setiono alias Noni (42), untuk mengembangkan usaha toko bahan bangunan kandas. Bahkan upaya dia pinjam uang Rp 3 Miliar dari rekannya, justru mengantarkannya ke balik jeruji besi tahanan Mapolresta Banjarmasin.

Pengusaha bahan bangunan yang tinggal di Banjar Indah Permai RT30 Banjarmasin itu, diamankan petugas reskrim Polresta Banjarmasin diduga membayar uang pinjaman tersebut dengan bilyet giro (BG) kosong.

Hal itu berdasarkan laporan dua dari 10 orang yang pernah dipinjami uang. Yakni, Lidya Rosi warga Kertak Hanyar RT11 RW1 yang meminjamkan uang sebesar Rp 2,1 miliar dan Tony Lendra Jaya sebesar Rp 75 juta dengan iming-iming bunga sebesar 10 hingga 15 persen.

Lantaran usahanya macet, Noni tidak bisa membayar bunga pinjaman tersebut. Apalagi harus mengembalikan pinjaman pokoknya, sehingga dia dilaporkan ke Mapolresta Banjarmasin dengan tuduhan penipuan.

Saat ditemui di ruang reskrim, dia mengaku pinjam uang kepada rekannya itu untuk mengembangkan usahanya. Dengan imbalan bunga tinggi, membuat rekannya tersebut dengan cepat menyerahkan uang dalam jumlah besar.

“Mereka tergiur dengan bunga yang saya tawarkan itu cukup tinggi. Ada yang 10 persen, bahkan ada juga yang 20 persen,” ujarnya.

sayangnya, usaha tersebut justru redup hingga akhirnya bangkrut. Sedangkan kewajiban dia membayar bunga setiap bulan, mengalami kesulitan.

Terpaksa dia meminjam uang kepada rekannya lagi untuk menutup hutang serta membayar bunganya. Dan hal itu dilakukan secara terus menerus hingga terkumpul sebesar Rp 3 Miliar lebih.

“Prinsipnya kan hutang itu untuk menutup hutang yang lama. Begitu juga seterusnya, ya gali lubang tutup lubang. Tapi usaha kami bangkrut,” tandasnya.

Terkait bilyet giro yang dianggap kosong tersebut, menurutnya itu jaminan saat pinjam dulu. Bahkan dalam cek tersebut, juga tidak ditulis waktu pencairannya.

“Begitu saya sudah bangkrut, mereka ramai-ramai mencairkan cek itu. Padahal cek tersebut sudah ditutup lama pihak bank,” tukansya.

Sementara itu, Kasat reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Suhasto mengatakan, pihaknya terus mendalami kasus tersebut sambil menunggu korban lainnya melapor.

Diduga masih banyak warga yang menjadi korban penipuan tersebut. Karena dari keterangan tersangka, sebanyak 10 orang yang uangnya pernah dipinjamnya.

“Penyedikan terus dilakukan sambil menunggu laporan lain. Terbukti setelah laporan awal dan penahanan, ada satu lagi warga yang melaporkan tersangka,” katanya.

Modus yang digunakan dengan memberikan bunga cukup tinggi. Membuat warga yang memiliki uang tersebut tergiur dan dengan mudah menyerahkan uangnya.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s