Oknum TNI Tersungkur Usai Dipukul

Posted: April 23, 2011 in Berita

   – Diduga menagihkan hutang batu bara

BANJARMASIN-Kenyamanan para pengunjung rumah makan siap saji Texas Friedchicken Posindo De Junctions di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, digegerkan dengan aksi baku hantam pengunjung di tempat tersebut, Rabu (16/2) sekitar pukul 21.30 Wita.

Perkelahian empat pengunjung tersebut tidak hanya menggunakan tangan kosong saja. Selain menggunakan senjata tajam jenis belati, diantara mereka juga terpaksa memanfaatkan fasilitas seperti meja dan kursi untuk membela diri hingga beberapa kursi dan meja patah dan disita petugas Kepolisian untuk barang bukti.

Budi Purnomo (35), salah satu pengunjung yang diamankan petugas. Pengusaha batubara asal Semarang itu, sudah ditetapkan ebagai tersangka dalam peristiwa tersebut dan langsung dijebloskan ke rumah tahanan Mapolresta Banjarmasin, Kamis (17/2) siang.

Informasi yang berhasil dihimpun BPost, perkelahian hingga membuat geger pengunjung itu berawal adanya perang mulut antara Budi Purnomo yang didampingi rekannya M Rivan dengan oknum TNI Sertu Imam Buchori dan temannya bernama Bahrudin.

Pertemuan mereka membahas soal bisnis batu bara. Diduga, Sertu Imam Buchori yang bertugas di Rindam VI Mulawarman, disuruh salah seorang pengusaha emas hitam di Jakarta untuk menagihkan hutang kepada Budi Purnomo sebesar Rp 68 juta.

Lantaran Budi Purnomo tidak bisa membayar hutang dan hendak mengasur, membuat emosi Imam Buchori dan temannya Bahrudin memuncak hingga terjadi perang mulut.

Sontak saja, aksi fisik pun tidak bisa dielakan lagi. Budi Purnomo berkelahi melawan Bahrudin dan M Rivan berkerlahi melawan Imam Buchori yang saat itu membawa sajam jenis belati.

Melihat temannya dihujani senjata tajam oleh Imam Buchori, membuat Budi Purnomo nekad memukulkan meja ke arah kepala Imam hingga tersungkur bersimbah darah segar.

Untung saja aksi tersebut segera diketahui petugas. Sertu Imam Buchori yang mengalami luka di bagian kepala, dan beberapa luka di bagian tubuhnya langsung dilarikan ke IGD RS TPT DR Soeharsono.

Sedangkan M Rivan yang mengalami luka tusuk dibagian pinggang dan paha, langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kemudian, Budi Purnomo dan Bahrudin langusng diamankan petugas reskrim Polresta Banjarmasin untuk dimintai keterangan. Termasuk empat kursi plastik dan meja yang masih ada bercak darah yang sudah mulai mengering, langsung diamankan petugas sebagai barang bukti.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif, Budi Purnomo langsung ditetapkan sebagai tersangka. Sekitar pukul 12.0 Wita, pria berpostur tinggi itu digiring petugas masuk ke rumah tahanan (Rutan) Mapolresta Banjarmasin.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Hilman Thayib melalu Kasat reskrim, Kompol Suhasto Sik mengatakan, jajarannya sudah menyelesaikan pemeriksaan terhadap Budi Purnomo dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

“Yang sudah selesai pemeriksaannya maish Budi. Karena sudah ditetapkan sebagai tersangka, makanya langsung dimasukan ke Rutan,” katanya.

Sedangkan status Bahrudin, Suhasto belum bisa memastikan. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan juga bakal menyandang status yang sama karena ikut terlibat langsung dalam kejadian tersebut.

Lebih lanjut pihaknya masih mendalami keterangan kedua pihak tersebut. Termasuk bakal mencari saksi dari pihak lain yang dianggap lebih netral.

“Keduanya tidak ada yang mengaku siapa yang memukul duluan, makanya petugas mencari saksi lain yang independen,” terangnya.

Suhasto pun mengatakan, perkelahian tersebut dipicu persoalan pembyaran hutang bisnis batu bara. Saat itu, oknum TNI tersebut membawa surat kuasa dari seorang pengusaha batu bara agar minta menagihkan hutang kepada Budi Purnomo tersebut.

TNI Datangi Polresta

PULUHAN anggota TNI mendatangi Mapolresta Banjarmasin. Sejak pagi, anggota TNI baik dari lingkungan Rindam maupun Den POM nampak hilir mudik ke ruangan Sat reskrim Polresta Banjarmasin, Kamis (17/2).

Selain anggota biasa, juga nampak sejumlah perwira. Bahkan komandan Denpom Letkol Syafrin rahman, juga hadir diantara sejumlah anakbuahnya yang mendatangi Mapolresta Banjarmasin terkait kasus perkelahian yang menimpa salah satu oknum TNI tersebut.

Kehadiran puluhan anggota TNI baik berseragam loreng maupun hijau-hijau tersebut menyedot perhatian para warga yang berdatangan ke Mapolresta Banjarmasin. Karena peristiwa itu tidak biasa terjadi di banua ini.

Sayangnya saat dimintai penjelasan terkait kasus tersebut, perwira berpangkat melati dua itu enggan berkomentar. Dia memilih langsung meninggalkan ruang reskrim menuju ke mobilnya yang sudah lama menunggu di halaman Mapolresta Banjarmasin.

“Saya no coment dulu, karena masih dalam penyidikan petugas Kepolisian. Saya tidak mau mencampuri,” ujarnya.

Termasuk saat disinggung keterlibatan oknum anggota TNI tersebut sebagai Debt Collector, dia memilih bungkam. Menurutnya apa yang dilakukan korban hanya membantu rekannya untuk menagihkan hutang kepada yang ersangkutan.

“Dia (korban) hanya membantu temannya untuk menagihkan hutang saja, bukan dia deb collector,” tandasnya.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s