Papan Nama Dilepas 2 Tahun Silam

Posted: April 23, 2011 in Berita

  – Terkait keberadaan warga Ahmadiyah

BANJARMASIN-Suasana Jalan Kebun Sayur kelurahan Mawar Banjarmasin, Minggu (6/2) sore nampak lenggang. Apalagi sejak siang, kota Banjarmasin sedang diguyur hujan yang tidak ada hentinya.

Kawasan tersebut kembali menjadi pusat perhatian, seiring dengan penyerangan markas jamaah Ahmadiyah di Pandeglang. Karena, di kawasan tersebut pernah berdiri tempat berkumpulnya warga yang mengikuti ajaran tersebut.

nformasi yang berhasil dihimpun BPost, saat ini aktifitas di salah satu bangunan tersebut tidak nampak lagi sejak dua tahun silam seiring keluarnya keputusan larangan penyebaran ajaran tersebut oleh pemerintah.

Bahkan, papan nama bertuliskan sekretariat Ahmadiyah Banjarmasin yang sempat terpasang di salah satu bangunan itu juga sudah dilepas sejak keluarnya larangan pemerintah tersebut.

Bahkan bangunan yang dulu menjadi sekretariat juga nampak sunyi. Tidak ada tanda-tanda adanya aktifitas dari penghuni bangunan tersebut.

Sejumlah warga yang tinggal di kawasan itu mengaku tidak tahu lagi keberadaan para jemaah tersebut. Karena kegiatannya sudah tidak seperti dulu lagi.

“Sudah lama tidak ada kegiatan, berbeda dengan dulu yang sering mengadakan pengajian,” ujar Suhardi, salah seorang warga di kawasan itu.

Begitu juga dengan warga lainnya. Mereka mengaku cuek dengan keberadaan ajaran tersebut, dengan alasan sudah memiliki ajaran yang sudah dianutnya sejak dulu.

Sehingga mereka tidak mau mempersoalkan keberadaan jemaah Ahmadiyah yang ada di lingkungannya. Apalagi, warga yang biasanya mengikuti kegiatan seperti pengajian mayoritas warga dari daerah lain.

“Kalau orang sini tidak ada yang ikut pengajian di tempat itu. Karena kami juga punya keyakinan yang sudah kami ikuti sejak dulu, makanya kami cuek saja,” terang Aini.

Lebih lanjut dia menjelaskan, selama para penganut ajaran tersebut tidak membuat keributan atau menyebarkan ajarannya kepada masyarakat umum, pihaknya tidak akan mengganggu.

Sementara itu, petugas Kepolisian Sat Intelkam Polresta Banjarmasin terus memantau keberadaan ajaran tersebut meskipun intensitas kegiatannya sudah tidak seperti dulu sebelum munculya keputusan larangan dari pemerintah.

Apalagi sekarang ini, sejak munculnya gejolak di daerah Pandeglang. Petugas bersama toko masyarakat dan agama dengan intensif memantau keberadaan jemaah tersebut.

“Petugas terus memantau keberadaan jemaah tersebut, dan sekarang ini intensif pengawasannya,” kata Wakasat Intelkam, Iptu Sri Mining.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jumlah penganut ajaran tersebut di kota Banjarmasin tidak banyak. Karena kalau ada kegiatan tablig, mayoritas yang menghadiri adalah warga dari luar daerah tersebut.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s