Perayaan Tahun Baru Imlek

Posted: June 3, 2011 in Budaya

“Melatih Menghargai Budaya Leluluh” 

UDARA dingin yang terasa menusuk tulang, tidak mengurangi semangat ratusan warga Tionghoa untuk berbondong-bondng ke Klenteng Karta Raharja Banjarmasin, Kamis (3/2) dinihari.

Bersama anggota keluarga, mereka berdatangan ke tempat ibadat Tri Dharma tersebut. Bahkan anak-anak yag masih kecil hingga orangtua yang sudah terlihat jompo, turut memenuhi bangunan yang berada di Jalan Niaga Banjarmasin untuk menyambut pergantian tahun.

Tepat pukul 00.00 Wita, lonceng dan bedug ditabuh bertalu-talu serang petugas selama 5 menit. Ratusan warga Tionghoa yang sudah berkumpul di gedung tersebut, sambil memegang dupa yang menyala melakukan sembahyang.

Bibir mereka nampak komat-kamit melafalkan suatu bacaan sambil mengacungkan dupa tersebut, mengiringi suara lonceng dan bedug yang terus ditabuh dengan bertalu-talu.

Termasuk anak-anak kecil Tionghoa. Mereka yang terlihat masih ngantuk, berusaha mengikuti gerakan sembahyang. Seperti bersujud ke lantai hingga duduk sambil memanjatkan doa.

Kemudian mereka melanjutkan ritual lainnya, seperti menaruh dupa yang menyala tersebut ke sebuah tempat pemujaan hingga melakukan pembakaran kertas sembahyang,seperti yang dilakukan orangtua mereka.

“Tadi mereka sudah tidur, tapi kami bangunkan agar latihan sejak dini melakukan ritual menjadi budaya nenek moyang,” ujar Lily.

Menyambut pergantian tahun tersebut, dirinya mengajak tiga buah hatinya yang masih kecil. Warga Kolonel Sugiono Banjarmasin itu, berusaha tidak melewatkan pergantian tahun tersebut begitu saja.

Bagi dia, detik-detik memasuki tahun baru tersebut menjadi hal penting dalam keyakinannya dalam mengarungi kehidupan selama setahun.

“Kita berdoa di awal tahun ini semoga, selama menjalani kehidupan selama setahun ke depan selalu mendapatkan perlindungan. Makanya kami selalu berusaha tidak melewatkan pergantian tahun ini,” tandasnya.

Selain di Klenteng Karta Raharja, tempat ibadat Tri Dharma di Banjarmasin seperti di Klenteng Sutji Nurani juga dipadati warga keturunan yang ingin sembahyang menyambut pergantian tahun musim semi itu.

Bahkan hingga Kamis (3/2) sore, para warga masih hilir mudik di tempat ibadah tersebut. Mereka memanjatkan doa di tahun baru kelinci tersebut.

“Tadi malam tidak sempat lagi ke sini karena sebamhayng di rumah,” tukas Hermawan.

Dari pantauan BPost, secara umum pelaksanaan perayaan tahun baru Imlek di Banjarmasin berlangsung lancar. Tidak ada gangguan yang mengacaukan pelaksanaan perayaan tersebut.

Apalagi sejak awal Polresta Banjarmasin menurunkan 216 personil gabungan, baik dari Sabara, reskrim dan intelkam untuk memantau, mengawasi dan mengamankan jalannya ibadah warga Tionghoa tersebut.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s