Pulang Yasinan Beli Zenit

Posted: June 3, 2011 in Berita

– Karyawan plywood tertangkap bawa zenit

– Untuk obat rheumatik orangtua

BANJARMASIN-Tidak pernah terbesit dalam benak Iin (34), jika pil zenit yang dibelinya itu terlarang jika tidak melampirkan resep dari dokter.

Sepulang mengikuti yasinan, warga Jalan S Parman Gang Tera RT20 Banjarmasin it ditangkap jajaran Polresta Banjarmasin saat menggelar operasi pekat di Pasar Harum Manis, Rabu (23/2) pukul 23.00 Wita.

Selaian mengamankan ibu dua anak yang bekerja di perusahaan plywood, petugas juga mengamankan temannya Mariyana (27) dengan barang bukti berupa satu keping zenit berisi 10 pil yang baru dibeli dari sbeuah kios obat di pasar tersebut.

Sayangnya saat mau dilakukan penangkapan, pemilik gerobak yang menjual aneka pil itu keburu kabur. Barang dagangan tersebut akhirnya disita petugas, sebagai barang bukti.

Ditemui di Mapolresta Banjarmasin, Iin mengaku tidak tahu jika barang tersebut terlarang. Dirinya setiap 10 hari membeli pil itu untuk ibunya yang mengalami gangguan kesehatan berupa rheumatik.

“Saya benar-benar tidak tau kalau itu dilarang. Karena kami beli untuk obat ibu saya,” tukasnya.

Setelah menjalani pemeriksaan, keduanya langsung diperbolehkan pulang. Namun setiap hari Senin dan Kamis, keduanya wajib datang ke Sat narkoba untuk wajib lapor.

Kasat narkoba Polresta Banjarmasin, Kompol Christian Rony melalui Kanit I Iptu Sigit Rahayudi mengatakan, penangkapan itu hasil operasi pekat gabungan Samapta, reskrim dan jajarannya di sejumlah tempat.

Saat petugas melakukan operasi di pasar tersebut, berpapasan kedua orang yang diduga baru saja membeli pil zenit. Karena saat digeledah, petugas menemukan satu keping pil tersebut.

“Pas disuruh menunjukkan kiosnya, ternyata pedagangnya sudah kabur. Sehingga petugas hanya mendapatkan dagangan itu saja,” katanya.

Sebanyak 34 keping pil zenit berhasil diamanan pihaknya, dan beberapa kardus yang diduga bekas bungkus obat sebagai barang buktihasil kegiatan.

Terkait dipulangkannya kedua orang tersebut, menurut Sigit, sesuai undang-undang yang beli tidak bisa dijerat. Apalagi membelinya dalam jumlah sedikit untuk keperluan pengobatan.

“Aturannya itu yang beli memang tidak bisa dijerat, kecuali pedagangnya. Karena barang itu merupakan obat keras yang peredarannya dalam pengawasan,” tegasnya.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s